Korban gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter di Kabupaten Lombok Timur.
Lombok Timur, NewsMetropol – TNI Angkatan Laut (AL) Pangakalan AL Bangsal Kabupaten Lombok Utara (KLU) bekerjasama dengan Geo Maritim NTB melaporkan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang terjadi sekitar pukul, 05.47,39 WIB yang berpusat di 28 kilo meter barat laut Lombok Timur dan 32 kilometer timur laut Lombok Utara, menyebabkan dua orang tewas dan puluhan warga lainnya menderita luka berat.
Tampak, kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur hancur akibat gempa, Minggu (29/7) pagi tadi.
Komandan Pos TNI AL Bangsal, KLU Peltu Muhammad melaporkan, korban tewas warga Desa Carik dan Desa Sambik Elen Bayan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan besi dan bangunan rumah, sesaat gempa mengguncang wilayah sekitar.
Tujuh korban lainnya, masing masing Muhizal Azis, 15 tahun, Nur Sinep, 60 tahun. Revalina, 9 tahun. Syamsul, 24 tahun. Feri Setiawan, 9 tahun. Sandy, 20 tahun dan Indrianto, empat tahun. Seluruh korban rata rata menderita patah tulang dan luka robek.
Petugas medis Puskesmas pembantu Desa Sambik Elen Bayan tengah menangani korban gempa.
Sementara, seorang warga Desa Carik juga dilaporkan meninggal, 19 warga lainnya menderita luka ringan dan parah. 13 korban dievakuasi di Puskesmas Senaru dan enam korban lainnya di Puskesmas Bayan.
Muhammad mengatakan, seluruh korban, baik meninggal dunia dan luka parah kini di evakuasi ke Puskesmas pembantu Desa Sambik Elen Bayan. Petugas medis terpaksa menangani korban langsung di lokasi kejadian dengan alat seadanya sebelum akhirnya di evakuasi.
Hingga kini, TNI AL bekerjasama dengan kepolisian dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU dan Lotim masih melakukan evakuasi warga. Selain korban jiwa dan luka luka sementara ini, tercatat ada lima rumah hancur. Desa Sambik sendiri berada di perbatasan KLU dan Lotim. Desa pesisir ini sejauh ini mengalami dampak terparah akibat gempa pagi tadi.
(Amrin)
