Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Jakarta, NewsMetropol – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyesalkan tidakan managemen Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.
Pasalnya manajemen rumah sakit tersebut baru saja melakukan PHK terhadap Idris Idham yang juga merupakan Ketua Umum FSP Farkes Reformasi.
“Kami mengecam sekaligus menyesalkan sikap managamen yang memilih PHK, ketimbang menyelesaikan permasalahan ini secara konstruktif,” ujar Said Iqbal dalam releasenya, Kamis (30/8).
Said Iqbal menduga, PHK yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap Idris adalah sebagai bentuk balas dendam karena selama ini dia aktif memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja.
“Hal ini mengingat, selama ini Idris dikenal lantang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Rumah Sakit Pondok Kopi. Mulai dari pengangkatan buruh outsourcing, hingga mengungkap berbagai pelanggaran dan mis manajemen (salah tata kelola) yang dilakukan di perusahaan,” ujarnya lagi.
Menyikapi PHK yang dilakukan terhadap Idris, Said Iqbal menegaskan bahwa KSPI tidak akan tinggal diam.
“Kami akan melakukan berbagai upaya agar pihak rumah sakit mempekerjakan kembali saudara Idris,” tegas Said Iqbal.
Said Iqbal menduga apa yang dilakukan pihak perusahaan adalah bagian dari union busing, mengingat Idris Idham adalah Ketua Umum FSP Farkes Reformasi yang merupakan simbol organisasi.
“Saya menduga ini adalah cara untuk memberangus keberadaan serikat pekerja di RS Islam Pondok Kopi,” jelasnya.
Lebih lanjut Said Iqbal mengatakan, KSPI akan melakukan beberapa tindakan secara nasional dan internasional untuk melawan direksi yang telah melakukan dugaan union busting dan anti freedom association melanggar Konvensi ILO nomor 87 dan 98.
Selain itu tambah Said Iqbla, pihaknya tengah mempertimbangkan aksi solidaritas besar-besaran yang melibatkan ribuan buruh.
(M. Daksan)
