Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si, saat melakukan salam kompak dengan para pasangan bakal calon Gubernur/Wagub NTB HM Ali Bin Dahlan, Suhaili Fadil Taher, Ahyar Abduh dan Zulkiefimansyah.
Mataram, NewsMetropol – Beberapa pasangan Bakal Calon Gubernur/Wagub NTB menyambangi Rumah Dinas Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si, Jumat (9/02).
Pasangan bakal calon Gubernur/Wagub NTB yang mengunjungi kediaman Kapolda NTB itu antara lain, HM Ali Bin Dahlan, Suhaili Fadil Taher, Ahyar Abduh dan Zulkiefimansyah.
Kehadiran para bakal calon itu dalam rangka silaturahmi TNI-Polri, alim ulama dan tokoh masyarakat, guna mewujudkan pilkada yang aman, tertib, damai, adil dan demokratis diwilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ke empat calon tersebut terlihat akrap saling berjabat tangan dan berpelukan dalam acara yang diselenggarakan di Rumah Dinas orang nomor satu di jajaran Polda NTB itu.
Kehadiran para bakal calon gubernur NTB termasuk bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Barat, Bupati dan wakil Lombok Timur, serta bakal calon walikota dan wakil walikota Bima semuanya hadir dalam acara silaturrahmi tersebut.
Hal ini tentu menggambarkan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di NTB tidak ada benih-benih konflik yang bakal terjadi. Mereka tampaknya sudah mulai menyiapkan diri untuk bisa memenangi pertarungan politik, tetapi mereka juga tetap berkomitmen “Siap Kalah dan Siap Menang”.
Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si dalam sambutannya mengingatkan, bagi para pasangan bakal calon gubernur, bupati dan walikota, siapa pun yang terpilih nanti, itu adalah pilihan yang terbaik dari rakyat.
“Sekarang kita bangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, seluruh partai politik, KPU, Bawaslu, TNI/Polri termasuk wartawan, untuk sama-sama menjadi satu dalam satu barisan menyukseskan pilkada serentak 2018,” harap Kapolda.
Pilkada serentak bisa berjalan lancar, aman, tertib, damai, sukses dan demokratis, yang memberikan jaminan kepada masyarakat untuk betul-betul bisa memberikan hak suaranya.Masyarakat bisa hadir memberikan dukungan suara dalam pilkada, agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan sukses.
Menurut Kapolda, kesuksesan pilkada itu juga dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya.
“Berdasarkan data tingkat partisipasi masyarakat NTB dalam memberikan hak suaranya, sempat terjadi penurunan dari 76 persen menjadi 70 persen pada Pilkada Serentak tahun 2015,” kata Kapolda.
Mudah-mudahan pada Pilkada Serentak 2018 tidak terjadi penurunan, bila perlu naik di atas 76 persen.
Dalam proses pilkada serentak nanti, Kapolda juga berharap tidak ada gangguan, termasuk adanya money politik.
Firli meminta kepada seluruh pasangan bakal calon dan tim sukses masing-masing tidak menggunakan money politic atau jual beli suara.
Rakyat juga diingatkan agar tidak mau menerima money politic.
“Kalau satu suara itu ada yang menerima Rp 50 ribu, berarti dia sudah menggadaikan hak politiknya sebagai pemilih sebesar 27 rupiah per hari dalam kurun waktu lima tahun,” ungkap Kapolda.
Sementara itu, keempat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur menyambut baik gagasan dari Kapolda NTB Brigjen Firli, yang mengharapkan bagaimana Pilkada Serentak di NTB bisa berjalan aman, damai, sukses dan demokratis, dengan tetap mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berkomitmen bersama tim sukses masing-masing untuk mewujudkan Pilkada Serentak 2018 di NTB dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dan menghindari konflik yang terjadi di tengah masyarakat,” kompak pasangan bakal calon Gubernur/Wagub itu.
(Rahmat)
