20200907_155633

Jakarta, NewsMetropol – Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Pasalnya menurut dia, kebijakan Luhut terkait larangan ekspor bijih nikel lebih banyak merugikan negara daripada mendatangkan manfaat.

Dikutip gelora.co, Ahad (6/9), Faisal menghitung akibat kebijakan tersebut negara telah dirugikan puluhan triliun rupiah.

“Ini sudah keterlaluan dan sudah skandal nasional dan sudah seharusnya Luhut Pandjaitan dipecat,” katanya Faisal

Dia menguraikan, kerugian negara puluhan triliun rupiah tersebut disumbang oleh hilangnya pendapatan negara dari ekspor bijih nikel.

Lebih jauh Faisal menyebut Luhut menjual bijih nikel tersebut kepada investor China yang membeli dengan harga di bawah standar internasional.

Baca Juga:  Terminal Kijing Tumbuh sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalimantan Barat

“Negara tidak menerima pajak ekspor karena ekspor dilarang. Kemudian, datanglah belasan pengusaha China karena bisa beli bijih nikel dengan harga separuh atau lebih murah dari harga internasional,” ujarnya.

Kerugian lainnya yang diderita oleh negara, tambahnya, adalah dimasukkannya para pekerja asing asal negeri Tirai Bambu itu di perusahaan pengolahan bijih nikel yang sedang dikembangkan.

Lebih lagi, sambung Faisal, para pekerja asing itu masuk dengan menggunakan visa turis, alih-alih menggunakan visa pekerja. Akibatnya, pendapatan negara dari pajak penghasilan pekerja tersebut ikut hilang.

“Kemudian dapat tax holiday 25 tahun walaupun syaratnya belum terpenuhi dan bisa bawa pekerja bukan visa pekerja tapi visa turis, sehingga negara kehilangan pendapatan lagi dari berbagai pungutan baik pajak maupun US$100 per orang itu. PPN juga tak dapat,” ucapnya.

Baca Juga:  Dari Pelabuhan, PTP Nonpetikemas Mengembangkan Wawasan dan Cita-Cita Generasi Muda

(Red/gelora)

KOMENTAR
Share berita ini :