Penulis : Syaripudin Uwa Endin | Editor : Febry Ferdyan
LEBAK, newsmetropol.id – Dari curah hujan yang begitu deras dan berturut-turut selama empat hari mengakibatkan dua kampung di Kecamatan Cilograng mengalami bencana longsor.
Kapolsek Cilograng AKP Asep Dikdik mengatakan, bahwa begitu menerima laporan pihaknya langsung ke lokasi, dimana terdapat terjadinya longsor yang dialami di dua kampung tersebut diperkirakan pada pukul 13.00 WIB, Rabu (02/03/2022).
“Selama empat hari ini berturut-turut hujan terus turun sehingga mengakibatkan banjir dan longsor dibeberapa titik, namun alhamdulillah untuk di Kecamatan Cilograng walaupun sungai cibareno meluap tetapi tidak ada pemukiman warga yang terkena banjir,” katanya.
Lenjut Kapolsek Cilograng, adapun lokasi musibah tanah longsor yang dialami di dua kampung tersebut yaitu Kampung Cilengsir Kidul, RT. 002 RW. 008, Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak telah mengakibatkan rumah warga rusak diantaranya milik Karya (45), Abdul Hamin (38) dan Iwan (50) dimana pada rumahnya tampak TPT (Tembok Penahan Tanah) bagian depan ambruk.
Selanjutnya terjadi di Kampung Cikamunding 3, RT. 003 RW. 003, Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak mengakibtkan rumah warga rusak diantaranya milik Masroni (43) tampak bagian dapur rusak, milik Ubun (57) tampak rusak bagian tembok belakang, dan Iting (50) tampak TPT (Tembok Penahan Tanah) depan rumah ambruk.
“Saya menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Cilograng agar berhati-hati di musim penghujan ini,” tutup Kapolsek Cilograng.
Terpisah BPBDP Kecamatan Cilograng Didi Duyani mengatakan, pihaknya bersama Muspika Cilograng telah mendatangi tempat kejadian musibah tanah longsor di dua kampung terasebut.
“Alhamdulillah dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian di perkirakan 200 jutaan untuk 6 rumah di dua kampung itu, dan sudah kami data semuanya untuk bahan laporan ke kabupaten,” tutup Didi.
Sementara Iting (50) korban tanah longsor di Kampung Cikamunding kepada newsmetropol.id mengatakan, bahwa tembok depan rumahnya telah ambruk karenanya dia mengharapkan adanya bantuan dari pemerintahan desa, kecamatan maupun dari kabupaten.
“Saya hidup sudah sepuluh tahun tanpa suami dalam keadaan begini mau bagaimana untuk memparbaiki rumah saya,” keluhnya.
“Sekali lagi saya memohon bantuannya kepada siapa saja, dimana saja yang sudi membantu memperbaiki keadaan rumah saya. Terimakasih sekali saya sudah langsung di tengok oleh bapak-bapak dari Kecamatan Cilogarang maupun bapak-bapak dari Kepolisian Cilograng,” tutup Iting.
