IMG-20220703-WA0031

Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Dua orang Perempuan kakak beradik DK (14) dan FK (17) adalah pelajar SMA dan SMP hanyut terseret banjir di sungai toianas, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (02-07-2022), sekitar pukul 15.00 Wita.

Kronologi kejadian berawal saat tiga orang bersaudara berasal dari Desa fotilo berlibur ke keluarga di Amfore Kecamatan Toianas pada beberapa waktu lalu.

Pada hari naas itu, mereka bertiga ingin pulang ke Kampung Fotilo pada 02-07 dan saat itu bersamaan dengan paman korban inisial DS.

BACA JUGA : Seorang Nenek di Timor Tengah Selatan Tewas dengan Dua Luka Tusukan

Baca Juga:  Miris! Karhutla Ussu Hanguskan Ratusan Juta Hasil Petani, Anggaran Penanganan Dinilai Tak Sebanding Dengan Ancaman

BACA JUGA : Beri Kejutan Momentum HUT Bhayangkara ke-76, Dandim 1621 TTS dan Anggota Serbu Mapolres TTS

Sesampainya di kali Toianas, Paman DS berhasil menyeberangkan satu ponaan ke tepi sungai, tersisa dua orang yakni FK dan DK.

Lantaran tidak menunggu hingga paman mereka jemput, namun keduanya berinisiatif dan memberanikan diri untuk menyeberang ke tepi menyusul paman dan saudara mereka yang satu yang berhasil selamat itu.

Tak berselang lama, keduanya pun terseret arus banjir yang deras di kali Toianas, melihat kedua ponakan dari DS terbawa arus banjir, akhir DS segera meminta pertolongan warga sekitar untuk mencari keduanya.

Kepala BPBD TTS Drs. Yery Nakamnanu, M.Si., membenarkan kejadian tersebut, namun hingga saat ini Alhasil dari pencarian satu korban belum ditemukan.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim

“Korban yang satunya sudah ditemukan warga berinisial FK namun tidak bernyawa lagi, sedangkan DK masih dalam proses pencarian oleh warga,” ungkap Yery, Minggu (03/07/2022).

Yerry juga sedang menginformasikan ke Basarnas NTT namun petugas Basarnas juga masih berada di Kecamatan Amanatun Selatan mencari bocah yang terseret banjir beberapa waktu lalu.

“Untuk sementara Tim Basarnas juga masih di Amanatun Selatan,untuk mencari warga yang terseret banjir juga, sehingga upaya masyarakat jika belum berhasil menemukan jasad DK, maka pihaknya akan berkordinasi dengan pihak basarnas untuk mengadakan pencarian terhadap korban,” tandasnya.

KOMENTAR
Share berita ini :