Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Dalam rangka penguatan kapasitas struktur organisasi pekerja PDAM Kabupaten TTS untuk semakin sukses dalam menyalurkan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota SoE dan sekitarnya perlu dilakukan pendidikan pelatihan kepada para pekerja, dimana 30 tahun berdiri PDAM Kab. TTS baru perdana menggelar Diklat Manajemen Struktur Organisasi bagi karyawan di Aula Kantor PDAM Kab. TTS, Selasa (28/12/2021) kemarin.
Demikian pemberian materi dari Ketua Badan Pengawas PDAM Kab. TTS yaitu Sekertaris Daerah Kab TTS Marten Selan, SH., mengatakan, bahwa untuk sukses para pekerja atau petugas PDAM Kab. TTS harus belajar dari alam sebagai pemberi kehidupan sementara pada masa kehidupan manusia.

Menurut Sekda Marten Selan, terdapat beberapa jenis ilmu alam yang perlu petugas PDAM pegang teguh dan belajar yaitu dari ilmu batu, ilmu Air, dan ilmu padi, serta ilmu hewan.
Marten Selan sapaan akrab begitu menguraikan bahwa, dari batu dapat belajar untuk tegar dan kuat menghadapi konsumen yang memiliki karakter berbeda-beda, dari air dapat belajar tenang dari air yang tidak dalam dan tidak beriak namun terus mengalir ke mana-mana membasahi bumi dan membawah kesejukan, kesuburan dan ketenangan bagi makluk hidup
“Dipotong tidak pernah putus di pegang tidak pernah membekas namun membasahi tangan itu pertanda ada kesuksesan di balik sumber air,” urai Sekda Marten dengan penuh santun.
Selanjutnya dari ilmu padi, seorang petugas PDAM harus belajar dari ilmu padi jika saat masih berbunga pucuknya berdiri tegak, namun ketika memiliki isi dan menuju ke saat menguning padi itu semakin merunduk artinya seorang petugas PDAM harus selalu bersabar menghadapi cibiran konsumen tidak boleh emosional, tetap tenang rendah hati dan melaksanakan tugas dengan tanggung jawab maka yakin kesuksesan akan di raih pada saat anda bertugas.
“Kendati demikian jika dalam implementasi tugas, anda petugas PDAM mengabaikan tiga ilmu alam tadi maka dapat di pastikan anda akan gagal total dan kesuksesan akan lari ke orang lain, sehingga yang anda petik adalah mala petaka dan persoalan yang tidak menentu menghampiri anda petugas PDAM,” tutup Sekda Marten Selan.
Sementara Direktur PDAM Kab. TTS Lely Hayer, SE., dalam materinya mengatakan, bahwa perlu diadakan pedidikan pelatihan manajemen organisasi karena sebagai perusahaan daerah berlambang pemerintah daerah artinya sebagai lembaga swasta milik pemerintah yang terus di kontrol dan di audit oleh BPKP RI, karena itu perlu adanya pelatihan manajemen bagi pegawai tujuannya agar dapat memahami struktur kerja, tata kelola pembangunan fisik, sistim manajemen yang serba ITE yang semakin canggih dan tata kelola administrasi.
“Sehingga ketika nanti kita di audit kita tidak kelabakan tetapi kita sudah mampu menjawab dan bertanggung jawab karena kita juga mengelola keuangan negara melalui pemerintah daerah,” pungkas Hayer.
