Hj Khaeratun saat bekunjung di Desa Sandik Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Senin (13/8).
Giri Menang, NewsMetropol – Ibu ini bernama Hj. Khaeratun. Ia adalah istri orang nomor 1 di Kabupaten Lombok Barat. Seperti suaminya, ia pun terpanggil untuk turun langsung menyambangi para korban gempa 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok kedua kalinya pada hari Ahad, 5 Agustus lalu.
Gempa itu memukul dirinya dan suaminya bila gempa pertama yang terjadi seminggu sebelumnya (29/07) hanya memberi dampak buat Kabupaten Lombok Utara (KLU), tepatnya di Kecamatan Bayan dan Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Tepatnya di wilayah Sembalun, maka gempa kedua itu ikut meluluh lantakkan 4 Kecamatan yang dipimpin suaminya, H. Fauzan Khalid. Tidak terkecuali Desa Sandik Kecamatan Batulayar, gempa itu pun merusak kediaman pribadi keluarga tersebut, Senin (13/8).
Bersama Pengurus Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Khaeratun menyisihkan perhatiannya untuk menyambangi warga yang terdampak gempa tersebut.
Ia kembali turun memberikan bantuan kepada para korban. Khaeratun mengunjungi pengungsi di Dusun Tato Timur, Tato Barat, dan Tato Kebon Desa Sandik Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat.
Dengan menaiki bukit, rombongan PKK itu menghampiri setiap tenda pengungsian sebagai bagian dari trauma healing, sang ibu bercengkrama ringan dengan warga dipengungsian yg terkena musibah.
Di sana, hampir semua warga memohon bantuan terpal karena sebagian besar rumah warga mengalami rusak berat.
“Kita sudah berusaha mencari terpal, tapi di distributor tidak tersedia,” kata Khaeratun.
Setelah memberikan bantuan berupa mie instan, air, serta roti di daerah tersebut, perjalanan pun dilanjutkannya menuju Dusun Wadon Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.
Pengungsian dusun ini diisi oleh 1.400-an jiwa dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sesekali, Khaeratun menghela nafas menahan sedih melihat rumah-rumah warga yang ambruk hancur dan tidak mungkin bisa ditempati lagi.
Tiba di pengungsian, Khaeratun diterima Kepala Desa Kekait, H. M. Zaini yang melaporkan bahwa pengungsian itu dihuni oleh warga dari Dusun Taebah, Kekait I, Kekait II, Kekait Daye, Kekait Puncang, dan Wadon.
Bersamaan dengan kedatangan rombongan PKK, pos pengungsian dikunjungi lagi oleh Supermarket Ramayana Bali dan memberi sumbangan berupa satu truk sembako yang terdiri dari beras, mie instan dan air minum.
Hal menakutkan pun terjadi saat Khaeratun memberi sumbangan di Dusun Wadon, sesaat menyerahkan secara simbolis, gempa susulan 6,2 SR pun mengguncang Pulau Seribu Masjid ini. Gempa ini adalah gempa ke-3 yang cukup besar.
Akibat gempa kali ini pun, banyak bangunan menjadi roboh, bahkan imbasnya sudah ke tengah di wilayah Mataram dan Lobar.
Akibat gempa itu, Khaeratun pun bergegas pulang. Ia ingat dua anaknya yang ia tinggalkan bersama sang mertua yang sudah tua.
(Rahmat)
