Reporter : Bagas | Editor : Widi Dwiyanto
BLORA, NEWSMETROPOL.id – Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Mojowetan menegaskan, bahwa lokasi dapur tersebut berdiri di atas lahan milik Koperasi Unit Desa (KUD) dan tidak memiliki persoalan hukum maupun sengketa dengan pihak manapun.
Hal itu disampaikan Muhammad Fuad Andrianto, SPT., perwakilan Yayasan Pendidikan Islam Shofa Marwah sekaligus pengurus KUD Tani jaya, saat memberikan klarifikasi terkait status lahan dan pengelolaan dapur MBG Mojowetan, Senin (22/12/2025).
“Untuk dapur MBG Mojowetan ini, tanahnya milik KUD. KUD memiliki lahan dan menyewakan gedungnya, sementara mitra menyiapkan peralatan. Jadi ini bukan tanah pemerintah dan tidak ada sengketa dengan pihak mana pun,” tegas Fuad Andrianto.
Ia memastikan bahwa keberadaan dapur MBG tersebut sepenuhnya legal dan aman secara administrasi.
“Tidak ada istilah sengketa dengan pihak Manapun atau pihak lain. Ini murni milik institusi KUD,” tambahnya.
Pengelolaan Dapur Dilakukan Tiga Pihak
Terkait pengelolaan dapur, Fuad menjelaskan bahwa tidak ada lima pengelola seperti yang sempat beredar. Pengelolaan dapur MBG Mojowetan hanya melibatkan tiga unsur utama.
“Pengelolanya itu tiga. Yayasan sebagai penanggung jawab, KUD sebagai pemilik gedung, dan mitra sebagai penyedia peralatan dapur. Tidak ada lima pengelola,” jelasnya.
Sementara untuk penyediaan bahan baku, KUD turut berperan aktif dengan memanfaatkan unit usaha mikro yang dimiliki.
“Untuk sayur, buah, minyak, dan kebutuhan dapur lainnya semuanya disuplai dari UKM yang ada di KUD. Jadi lewat satu pintu dan lebih terkontrol,” ujarnya.
Namun demikian, untuk bahan tertentu seperti daging, tempe, dan roti yang wajib berlabel halal, pihak dapur tetap menggandeng mitra khusus yang telah memenuhi standar sertifikasi halal.
Terus Berbenah dan Terima Masukan
Fuad juga mengakui bahwa pada awal operasional, dapur MBG Mojowetan masih dalam tahap penyesuaian. Sejumlah kendala seperti keterlambatan bahan dan kualitas menu menjadi bahan evaluasi bersama.
“Ini baru berjalan sekitar tiga minggu. Di minggu pertama memang masih belajar, mungkin ada kekurangan dan kami mohon maaf. Tapi di minggu kedua dan seterusnya sudah kami perbaiki,” katanya.
Pihak pengelola juga menegaskan komitmen untuk mengikuti arahan Dinas Kesehatan (Dinkes), terutama terkait sanitasi lingkungan, kualitas air, serta standar keamanan pangan.
“Kami mengikuti arahan Dinkes, memperbaiki sanitasi, air, dan memastikan bahan baku berlabel halal. Kami juga menjaga komunikasi dengan lingkungan sekitar agar tidak terjadi konflik,” jelas Fuad.
Menanggapi pemberitaan miring yang sempat beredar, Fuad menilai hal tersebut sebagai masukan untuk perbaikan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran, termasuk dari sekolah-sekolah. Apa yang menjadi masukan akan kami usahakan agar mendekati kebutuhan dan selera anak-anak,” ujarnya.
Dukungan Penuh Program Pemerintah
Terkait pembiayaan, Fuad menjelaskan bahwa dana MBG sepenuhnya dikelola sesuai mekanisme pemerintah melalui virtual account (VA) dan proposal pengajuan.
“Ini program pemerintah, kami tidak bisa mengintervensi. Dana cair sesuai penerima manfaat dan harus dikelola dengan baik. Kalau tidak digunakan sesuai ketentuan, bisa hangus,” terangnya.
Ia berharap pemerintah dapat mempercepat pencairan dana agar program MBG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Mudah-mudahan dana bisa cepat cair, karena kebutuhan anak-anak sangat besar. Program ini tujuannya mencerdaskan anak bangsa melalui pemenuhan gizi,” imbuhnya.
Menu Lebih Variatif dan Berbasis Lokal
Sementara itu, Vega, selaku SPPI, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan inovasi menu agar lebih variatif dan tidak monoton.
“Kami sudah koordinasi dengan mitra dan yayasan untuk mengadakan pelatihan bagi juru masak. Ke depan menu akan lebih bervariasi dan sesuai selera anak-anak,” ujar Vega.
Ia menambahkan, bahan pangan lokal seperti singkong dan jagung tetap akan dimanfaatkan, namun diolah dengan pendekatan menu yang lebih modern.
“Kami tetap mengutamakan bahan lokal, diolah secara kreatif, mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai gizi,” pungkasnya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, pengelola berharap seluruh dapur MBG di Kabupaten Blora dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak-anak.
