Danramil 0808/11 Binangun, Kapten Inf Siswanto saat memaparkan materi di pendidikan dan pelatihan CORE, Minggu (10/12).
Blitar, Metropol – Akibat seringnya terjadi bencana yang melanda pada akhir-akhir ini di Indonesia, sebagai antisipasi Danramil 0808/11 Binangun menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan CORE (Communications and Rescue) ORARI Lokal Blitar, bertempat di Kampung Wisata Ekologi Puspa Jagad, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Minggu (10/12) kemarin.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari (09 s.d. 10 Desember 2017) adalah untuk mengasah kemampuan anggota ORARI Lokal Blitar.
Dalam pelatihan “CORE” ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kab. Blitar Suwandito, Wakil Ketua ORARI Lokal Blitar Susilo Prabowo Pengurus Puspa Jagat dan seluruh anggota Orami lokal Blitar.
Danramil 0808/11 Binangun, Kapten Inf Siswanto saat memberikan materi Navigasi dan Observasi Lapangan Navigasi (Navrad) mengatakan, pelajaran ini untuk mengasah kemampuan personel Orari dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan agar cepat dan tanggap melakukan upaya saat menjadi menjadi relawan dalam mengevakuasi masyarakat yang terkena dampak dari bencana alam tersebut.
Menurut Siswanto, kegiatan ini sangat penting bagi semua anggota Orari yang mengikuti acara ini, mengingat daerah ini termasuk wilayah yang rentan terhadap terjadinya bencana alam.
“Oleh karena itu, peserta pelatihan perlu untuk mendapatkan materi tentang bagaimana cara dan upaya agar dapat menjadi relawan untuk dapat mengevakuasi masyarakat yang terkena dampak dari bencana alam tersebut,” jelasnya.
Danramil Siswanto juga mengatakan, agar semua peserta pelatihan dapat melakukan tindakan melalui aplikasi peta maupun kompas saat terjadi bencana alam.
Dia menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga melakukan apliksi sebenarnya menempuh jarak sekitar 5 km dengan melalui Medan yg bervariasi seperti berbukit, tebing, sungai, perkebunan, dan jalan kampung.
“Dengan materi navigasi darat dengan materi kompas dan jalan peta dilanjutkan aplikasi set up emergency (yaitu pembuatan stasiun radio di lokasi bencana), selanjutnya materi PPGD (penemuan korban) dengan melakukan pertolongan pertama dilokasi dengan melaporkan ke posko lewat radio sesuai prosedur pelaporan di ORARI,” jelas Siswanto.
Sebelumnya, dalam pembukaan Bupati Blitar yang diwakili Kepala Bappeda Kab. Blitar, Suwandito mengatakan, pelatihan ini untuk menguji kemampuan anggota Orari Lokal Blitar dalam mengasah kemampuan perorangan agar dapat mengaplikasian kegiatan selama kegiatan nantinya di lapangan yang sebenarnya.
“Untuk itu, manfaatkan sebaik mungkin kegiatan ini agar betul-betul difahami. Dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga bila ada kejadian sebenarnya di lapangan anggota Orari segera dapat menyelamatkan masyarakat yang terkena musibah,” ujar Kepala Bappeda.
(MP/KodimBlitar)
