Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Perencanaan Anggaran dan Keuangan II TNI Angkatan Laut Tahun 2018, di Wispa Juanda, Sidoarjo, Kamis (22/11).
Surabaya, NewsMetropol – Danlantamal VI Makassar Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono,S.H.,M.Tr.Han mengikiti Rapat Koordinasi Perencanaan Anggaran dan Keuangan (Rakor Renaku) II di Wispa Juanda, Sidoarjo, Kamis (22/11).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M secara resmi membuka Rapat Koordinasi Perencanaan Anggaran dan Keuangan II TNI Angkatan Laut Tahun 2018 ini.
Acara dilanjutkan dengan sosialisasi tentang mekanisme pelaksanaan anggaran belanja negara dilingkungan Kemhan dan TNI oleh Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Ny. R Wiwin istanti, SE. AK. M.LAWS yang dilanjutkan dengan penyerahan plakat oleh Asrena Kasal kepada Ny. R Wiwin istianti.
Dalam sambutanya Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M mengatakan bahwa, pada Rakor Renaku II lebih memfokuskan kegiatan Tahun Anggaran 2019 nanti, guna meningkatkan kemampuan alutsista secara selektif, peningkatan profesionalisme prajurit dan peningkatan kesejahteraan prajurit.
Lanjutnya, salah satu pedoman dalam perencanaan dan anggaran adalah prinsip top-down dan bottom-up.
“Sering kali kebijakan disalah artikan sebagai petunjuk informal, permintaan, bahkan dijadikan alasan untuk melakukan penyimpangan,” ujar Kasal.
Orang nomor satu dijajaran TNI AL ini menekankan kebijakan memuat prioritas dan sasaran dalam jangka waktu perencanaan yang disusun.
“Kebijakan adalah perintah dalam melaksanakan tugas untuk melakukan pembinaan kekuatan dan pembinaan kesiapan operasional TNI AL,” ujarnya lagi.
“Dari struktur kekuatan saja, terlihat bahwa kita memiliki terlalu banyak jenis alutsista yang usianya tua. Sebagai akibatnya sumber daya personel, anggaran, material tersedot untuk merawat dan mengawaki alutsista yang nilai ekononis dan daya tempurnya sangat rendah,” imbuhnya.
Sedangkan dari segi kesiapan opersional kata dia, biaya operasional untuk mengoperasikan kapal-kapal yang tua lebih tinggi sebagai akibat dari kurang cermatnya pengelolaan anggaran dan sumber daya lainya sehingga kesiapan operasional TNI AL masih belum memadai.
“Untuk itu cara berpikir yang sama harus digunakan dalam menentukan prioritas alokasi anggaran,” pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Asrena kasal, Irjenal, Aslog kasal, Pangkoarmada II, Dankodiklatal, Kadiskual, Irbin Itjenal, Waaspam kasal, Waasops kasal, Waaspers kasal, Wagub AAL, Dan STTAL, Danpuspenerbal, Dankodikopsla, Kas Koarmada II , Kas Kolinlamil, Kas Kormar, Danpasmar 1,2,3, Seluruh Danlantamal, Wadan kodiklatal, Kadispsial, Karumkital dr. Ramelan, Para peserta Rakor Renaku.
(M. Daksan)
