Penulis : Kontributor Pendim 1621 TTS | Editor : Efraim Baitanu Fan
NTT, newsmetropol.id – Dandim 1621 TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH., MM., melalui Pasi Intel Kapten Inf Jemy Nelwan memberikan kuliah umum sebagai nara sumber pada kegiatan penguatan moderasi bagi penyuluh agama islam tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan (Kab.TTS) TA 2022 di Aula Hotel Denah, Rabu (30/03/2022).
Demikian rilis Dandim 1621 TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH., MM., melalui Pasi Intel Kapten Inf Jemy Nelwan yang di terima wartawn Rabu (30/03/2022) sekira pukul 17:30 sore tadi menguraikan, bahwa sebagai nara sumber atau pembina teritorial di wilayah Kab. TTS.
Disampaikannya, bahwa beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh para penyuluh agama Islama di Kab. TTS dan sekitarnya.
Hal penting yang harus diperhatikan oleh Penyuluh Agama Islam antara lain:
- Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugas penyuluhan harus memperhatikan sejumlah asas yakni keragaman agama, budaya, suku, bahasa dan adat istiadat masyarakat Indonesia khususya di Kab. TTS yang terkandung dalam nilai asas dasar negara Pancasila yang menjadi kekuatan kokoh dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
- Peran aktif para Penyuluh Agama Islam di Kab. TTS ketika bertugas dilapangan agar menjadi nyata kehadiran penyuluh yang dapat membawa kesejukan rohani di kalangan umatnya.
- Menghormati kearifan lokal dengan menganal budaya lokal di suatu daerah dengan membangun komonikasi interaktif dan persuasif bersama para tokoh-tokoh masyarakat yang ada, tokoh agama, dan budaya lokal masyarakat setempat sehingga dapat diterima dengan baik oleh umat islam di wilayah tempat tugas masing-masing penyuluh.
- Para Penyuluh Agama Islam hendaknya dalam bertugas menjalankan kegiatan penyuluhan di setiap daerah tugas, perlu juga memperhatikan faktor keamanan masing-masing penyuluh.
- Para Penyuluh hendaknya dalam melaksanakan bimbingan kepada masyarakat dilapangan harus mengarahkan masyarakat untuk memahami tentang arti dan ajaran agama Islam yang baik dan benar.
- Membimbing masyarakat untuk menjauhkan diri dari paham-paham atau pikiran-pikiran radikal yang nantinya akan merugikan diri sendir juga umat beragama lainya.
Selanjutnya para penyuluh dalam melaksanakan tugas dilapangan harus menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang memiliki Ideologi yang hakiki dan kuat yang tidak mudah disusupi paham-paham lain selain Pancasla sebagai dasar negara republik Indonesia.
“Untuk itu sila pertama dalam Pancasila agar menjadi pedoman dan kompas bagi para penyuluh dengan itikat saling menghormati, saling menghargai antara agama yang satu dengan agama lainnya yang merupakan wujud toleransi beragama yang perlu ditanamkan para penyuluh kepada para umat di mana anda bertugas,” pesan Dandim 1621 TTS Letkol Arm Roni Hermawan.
Mengakhiri materinya Dandim 1621 TTS melalui Pasi Intel Kapten Inf Jemy Nelwan menyatakan mendukung kegiatan di maksud dengan meminta para Penyuluh Agama Islam di Kab. TTS NTT agar selalu berkordinasi dengan aparat teritorial khususnya para Babinsa dan aparat lainnya di tempat para penyuluh bertugas agar selalu berkolaborasi membangun dan melayani masyarakat,” tutup Pasi Intel Jemy Nelwan.
