Kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara. (BMKG Sultra).
Kendari, NewsMetropol – Terkait kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari yang mengalami hujan lebat disertai guntur dan angin dalam durasi yang lama selama dua hari ini belakangan ini, menurut BMKG Sultra disebabkan oleh beberapa hal.
Penyebab pertamanya adalah posisi matahari yang berada di lintang tiga derajat yang mendekati wilayah Sultra sehingga radiasi yang diterima wilayah Sultra lebih intens dan kuat yang mempengaruhi banyaknya terjadi penguapan air.
Demikian dikatakan Kepala BMKG Sultra, Adi Istiyono saar dihubungi oleh awak NewsMetropol Sultra melalui telepon selulernya pada Rabu malam (21/2).
Kondisi tersebut, lanjut Adi, membuat atmosfer lebih lebih lembab sehingga menjadikan kondisi atmosfer menjadi labil.
Atmosfer yang labil kata dia, menyebabkan potensi pembentukan awan awan hujan menjadi lebih tinggi.
“Selain itu adanya gangguan atmosfer berupa belokan angin pada tanggal 20 Februari 2018 pada dini hari menyebabkan terjadinya hujan yang cukup lebat pada hampir seluruh wilayah Sultra,” ungkap Adi.
“Faktor lainnya adalah masih kuatnya angin monsun asia atau monsun baratan yang membawa banyak uap air dengan sifat yang basah sehingga mempengaruhi pembentukan awan awan hujan yang cukup tinggi,” imbuhnya.
Dari ketiga penyebab kondisi cuaca tersebut terakumulasi dengan kondisi lokal wilayah Sultra yang secara geografis memiliki banyak daerah pesisir, pulau-pulau, teluk, pegunungan dan hutan yang juga akan mempengaruhi kondisi cuaca di suatu tempat.
“Sampai akhir bulan ini kondisi cuaca di Sultra diprediksi masih akan hujan dengan intensitas sedang sampai lebat,” pungkasnya.
(Ronal Fajar)
