IMG-20191008-WA0039

Penananan 6000 pohon mangrove di Desa Ranooharaya Kecamatan Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Senin (7/10).

Kendari, NewsMetropol  –  Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna mempimpin penananan 6000 pohon mangrove di Desa Ranooharaya Kecamatan Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Senin (7/10).

Kegiatan Penanaman Pohon mangrove tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hut TNI ke 74 yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia yang jumlah seluruhnya sekira 350.000  pohon.

Selain melibatkan tiga matra TNI, enanaman pohon mangrove tersebut juga melibatkan BKSDA, Dinas Kehutanan, Polairud, Pengurus Jalasenastri Cabang 3 Korcab VI, Dinas Perikanan dan Kelautan, Pemerintah Kecamatan setempat, pegawai Kelurahan dan Desa bersama masyarakat setempat secara bersama sama.

Dalam sambutannya Danlanal Kendari  mengatakan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai terhahap banjir, menjaga kualitas air pesisir dan menjaga keanekaragaman hayati.

Baca Juga:  Perkuat Regenerasi Kepemimpinan, Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II

Selain itu kata dia, mangrove merupakan tempat penyimpanan karbon yang menyediakan bahan-bahan alam penting  sekaligus menjadi mata pencaharian bagi jutaan orang di dunia.

Lanjutnya, mangrove tumbuh di 124 negara tropik dan sub tropik dengan luas di dunia sekira 15,2 juta hektar.

Indonesia bersama dengan empat negara lainnya yakni Australia, Brazil Nigeria dan Meksiko mewakili 48% dari luas hutan manggrove didunia.

“Berdasarkan data One Map Mangrove, luas ekosistem mangrove di Indonesia seluas 3,5 juta hektar yang terdiri dari 2,2 juta hektar dalam kawasan dan 1,3 juta hektar di luar kawasan, ekosistem manggrove tersebut berada di 257 Kabupaten kota sebagian ekosistem mangrove tersebut telah mengalami kerusakan,” sebut Danlanal.

Danlanal menuturkan bahwa kerusakan ekosistem mangrove tersebut di sebabkan antara lain adanya konversi lahan menjadi penggunaan lain,  kegiatan illegal loging,  pencemaran dan perluasan tambak serta praktek budi daya yang tidak berkelanjutan.

Baca Juga:  Wapang TNI Bersama Menhan RI Tinjau Lokasi Industri Strategis dan Yonif TP 938/Pancasona di Jawa Barat

“Hal ini telah menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi, fakta menunjukkan bahwa sekitar 5% sampai dengan 6% hutan mangrove Indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya,” terangnya.

Dia memyebutkan bahwa penanaman pohon mangrove sebanyak 6000 pohon di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung pemecahan rekor Muri pada HUT TNI ke 74.

Danlanal berharap dengan penanaman 6000 pohon manggrove masyarakat bisa menjaga  dan memeliharanya agar biota laut di sekitar pesisir kembali pulih.

“Tentunya ini menjadi tempat yang baik untuk budidaya dan kembali menghijaukan pantai demi kesejahteraan masyarakat kita semua,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Konsel Arsalim, Kasrem 143/HO, Letkol. Inf. Arif Susanto dan Danyonif 725/Wrg Letkol inf. Hendry Ginting.

(Bahrun)

KOMENTAR
Share berita ini :