Screenshot_20230924_003051_WhatsApp

Penulis : Kontributor M. Navi | Editor : Widi Dwiyanto

BANGKALAN, NEWSMETROPOL.id – Untuk mengantisipasi bencana banjir pada musim hujan mendatang, MWC NU Sepulu bersama Muspika (Camat, Polsek, dan Koramil) Kecamatan Sepulu, DPC JPKP Kecamatan Sepulu, Institusi Sekolah wilayah terdampak (SMPN 1, SMKN 1, Darut Tauhid dan YKHS) Kecamatan Sepulu, Mahasiswa magang UTM, serta beberapa elemen masyarakat lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) melakukan kerja bakti massal membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai yang terhubung antar Desa Maneron, Desa Klabetan, Desa Sepulu dan Desa Banyior, Sabtu (23/09/2023).

Giat bersih-bersih sampah ini dilakukan guna meminimalisir dampak banjir yang kerap kali terjadi pada musim penghujan serta akan dijadikan sebagai rekomendasi untuk Pemdes Sepulu dalam rangka pengajuan normalisasi aliran sungai di Kecamatan Sepulu kepada Dinas Pengairan dan instansi terkait di Kabupaten Bangkalan.

Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Sepulu Ustadz Abdul Fatah, S.Pd.I., yang juga diikuti oleh jajaran pengurus lainnya.

Baca Juga:  Lantik 192 Pejabat, Bupati Lebak Minta ASN Kerja Bersih dan Profesional

Ustadz Abdul Fatah, S.Pd.I., mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar setiap pengurus memiliki rasa kepedulian dan rasa bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Tampak Korlap giat Sahinuddin  bersama pengurus yang lain turun langsung kedalam sungai dengan tangan terbuka mengais dan mengumpulkan sampah-sampah yang menumpuk dan menyumbat.

“Musim hujan sebentar lagi dan beberapa jalan utama di Desa Sepulu  seringkali terendam banjir sehingga kami turun langsung membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah,” ujar Sahi.

Sahi mengatakan, salah satu masalah pada daerah hilir sungai adalah tingginya sedimentasi pada dasar sungai yang banyak berasal dari erosi yang terjadi di hulu sungai, hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai.

“Di antara permasalahannya adalah pendangkalan dan penyempitan sungai di hilir serta konstruksi jembatan tidak memenuhi standar yang bisa mengakibatkan luapan banjir sehingga banyak infrastruktur yang rusak tiap tahunnya,” jelas Sahi yang juga merupakan Ketua JPKP DPD Bangkalan serta Ketua LPBH MWC NU Kecamatan Sepulu. 

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya nanti akan berkunjung ke pemerintah daerah utamanya dinas-dinas yang terkait di Kabupaten Bangkalan seperti Dinas Pengairan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menjalin kerja sama dalam rangka normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Sepulu dengan mengembalikan fungsi penampung sungai yakni dengan menggali menjadi lebih dalam lagi sehingga aliran air sungai semakin lancar serta berfungsi sebagai pengendali banjir. 

Sahi mengharapkan agar masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, apalagi di aliran sungai. Sebab, bagaimanapun juga, permasalahan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Mohon kerja samanya kepada semua elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kalau masih ada sampah, marilah bersama-sama untuk juga membersihkannya,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 11.30 WIB tersebut berhasil mengumpulkan tumpukan sampah dan lalu membakarnya sehingga aliran sungai terlihat lebih bersih.

KOMENTAR
Share berita ini :