Buruh Gelar Aksi Penggalangan Donasi Untuk Korban Bencana di Palu dan Donggala

Ilustrasi, Ribuan buruh berunjuk rasa.

Jakarta, NewsMetropol – Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan sebagai wujud solidaritas terhadap korban gempa bumi di Palu dan Donggala, pihaknya akan menggelar aksi penggalangan donasi.

Kata dia, aksi penggalangan donasi itu akan dirangkaikan dengan aksi unjuk rasa di Kantor DPP Partai NasDem, Senin (1/10) besok.

“Sekira dua ribu buruh dari Jabodetabek yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menyelenggarakan aksi unjuk rasa di Kantor DPP Partai NasDem, Senin besok. Selain di Jakarta, aksi juga dilakukan serentak di 15 Provinsi,” ujar Said Iqbal dalam releasenya kepada redaksi NewsMetropol, Ahad (30/9).

Lanjutnya, di Kantor DPP Partai NasDem, aksi direncanakan akan dilakukan pukul 9.30 hingga 12.30 wib guna meminta Ketua Umum Partai Nasdem menindak tegas kadernya yang menjadi Menteri Perdagangan dan gemar melakukan impor.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

“Selain itu, buruh juga menolak kriminalisasi DR Rizal Ramli yang pro rakyat dengan menolak impor oleh Partai Nasdem,” ujarnya lagi.

Dari Partai Nasdem kata dia, sekira pukul 13.00 hingga 17.00 wib, buruh akan longmarch ke Kantor Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Istana Negara.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, aksi di Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Istana Negara adalah untuk menghentikan impor beras, bawang, daging, garam, gula, crinkel semen, pangan, energi.

“Kami akan melawan mafia impor dan mendesak pemerintah untuk membangun ketahanan pangan dan energi nasional,” jelas Said Iqbal.

“Buruh juga meminta turunkan harga barang dan listrik, serta jangan impor,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Adapun isu lain yang diangkat adalah menolak pertemuan IMF-World Bank di Bali yang dinilai buruh menghambur-hamburkan uang APBN. Keberadaan IMF – World Bank, menurut Iqbal, tidak dibutuhkan oleh Indonesia maupun dunia.

“Kami juga menolak rekomendasi IMF – World Bank yang ingin menghapuskan upah minimum dan membebaskan penggunaan buruh outsourcing sebebas bebasnya,” terang Iqbal.

Dalam kesempatan ini, buruh meminta Upah Minimum 2019 dinaikkan sebesar 30 persen.

Dia kembali menegaskan bahwa selain menyuarakan aksi-aksi tersebut di atas, dalam aksi ini buruh juga akan melakukan penggalangan dana donasi buruh Indonesia untuk duka Palu dan Donggala.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :