Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban saat mendapatkan penghargaan dari Media Harian Pojok Kiri.
Lumajang, NewsMetropol – Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan dari Media Harian Pojok Kiri.
Penghargaan itu didapatkan oleh inisiator Tim Cobra Polres Lumajang itu atas keberaniannya membongkar sindikat white collar crime yang dijalankan oleh 3 perusahaan yaitu PT. Amoeba Internasional, PT QN International Indonesia dan PT Wira Muda Mandiri.
Ketiga perusahaan tersebut diketahui telah menjalankan bisnis QNet selama 21 tahun di Indonesia dan ketiganya berbagi peran dan menjalankan penipuan.
Dengan licik ketiga perusahaan itu juga mampu memanfaatkan regulator dan asosiasi sehingga jejak kejahatannya sulit terdeteksi.
Berbekal legalitas dari APLI dan Deperindag, Q-Net melakukan penipuan investasi kepada masyarakat kecil.
Namun sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga akibat patokan Tim Cobra Polres Lumajang.
Q-Net telah melakukan penipuan investasi dan menjalankan bisnis model skema piramida yang jelas-jelas telah dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku.
Akibatnya ratusan bahkan ribuan orang telah menjadi korban dari praktek bisnis yang tidak berprikemanusiaan ini.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengaku sangat tersanjung dengan pemberian penghargaan tersebut.
“Pertama kali saya membongkar kejahatan ini adalah karena banyaknya korban yang berjatuhan. Mereka sampai menjual harta bendanya mulai dari sapi, sawah dan bahkan ada pula yang bunuh diri karena terlilit utang akibat iming-iming pasti kaya hanya dengan sekali beli produk QNet. Doktrin UGD yaitu Utang, Gadai dan Dol (jual) menjadi senjata pamungkas Q-Net dalam memperdaya masyarakat,” ujar Arsal, Ahad (10/11).
Lebih lanjut pria lulusan S3 Unpad tersebut menambahkan kalau penghargaan hanyalah bonus baginya karena tujuan utamanya menumpas kejahatan.
“Saya sangat berterima kasih kepada media yang telah memberikan penghargaan ini kepada saya. Namun menurut saya mendapatkan penghargaan seperti ini hanyalah bonus saja, Karena tujuan utama saya sebenarnya tidak ingin adanya korban-korban masyarakat kecil lagi. saya sangat sedih mendengar langsung masyarakat yang sampai menjual sawahnya, menjual sapinya dan bahkan sampai terlilit hutang di rentenir dan di bank akibat janji-janji pasti kaya kalau membeli produk Q-Net,” jelas Arsal.
(Red)
