IMG-20221208-WA0004

Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Dua kali dalam seminggu pada bulan Oktober 2022 dan awal November 2022 sudah delapan kali, Yupiter Pah Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Timor Tengah Selatan mendatangi rumah orang tua MN di Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan membawakan tempat sirih berisi uang tunai, beras dan babi, dengan maksud untuk meminta damai dan menarik Laporan Polisi (LP) kasus dugaan persetubuhan anak yang dilaporkan ke Polres Timor Tengah Selatan pada September 2022 lalu, Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Timor Tengah Selatan geram dan mempertanyakan dugaan niat jahat Yupiter Pah ada apa sebenarnya?

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan, Andy Kalumbang, Rabu (06/12/2022).

Menurut Andy Kalumbang, bahwa secara psikologi orang tua korban MN (18) saat ini dalam kondisi gelisah dan terus menelpon ke Dinas P3A meminta perlindungan untuk anaknya karena setiap minggu Yupiter Pah selalu medatangi rumahnya.

BACA JUGA : Berdalih Sakit, Penyerahan Tahap II TSK Yupiter Pah Gagal Lagi

Baca Juga:  Edarkan Tramadol dan Hexymer Tanpa Izin Edar, Sat Resnarkoba Polres Lebak berhasil Amankan Dua Pelaku

BACA JUGA : Tertib Amankan Inventaris Polri, Polres TTS Gelar Giat Pemeriksaan Randis dan Senpi

“Orang tua korban MN (18) meminta pertolongan agar Dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan tetap mendampingi dan mengawal kasus ini hingga putusan inkracht di Pengadilan,” katanya.

Andy Kalumbang mengatakan, bahwa Dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan akan segera berkordinasi dengan pihak PPA Sat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan terkait progres kasus yang melibatkan oknum ASN Yupiter Pah telah sejauh mana?

Susuai surat panggilan pemeriksaan yang disampaikan ke Yupiter Pah sudah dua kali namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sakit, bagaimana seorang yang sakit bisa jalan kesana kemari, bebas berkeliaran sampai dua kali seminggu pergi mendatangi rumah korban dengan membawa tempat sirih berisikan uang, beras dan babi dengan mendesak korban agar kasus yang didampingi Dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan ditarik dari Polres Timor Tengah Selatan Polda Nusa Tenggara Timur.

“Kami berharap pihak Penyidik PPA Satreskrim Polres Timor Tengah Selatan secepatnya menyelesaikan kasus ini, sehingga dapat membawa efek jera bagi pelaku dan berdampak baik bagi lembaga pemerhati perempuan dan anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ungkapnya

Baca Juga:  Polda Banten Ungkap Kasus Predator Anak Berkedok Ritual Silat dan Praktik Aborsi

Sementara saat Yupiter Pah Kadis Ketahanan Pangan Kab Timor Tengah Selatan yang dihubungi wartawan pada Senin (05/12/2022) lalu mengatakan bahwa dirinya mengaku sedang banyak menghadapi masalah dan meminta tolong agar dapat dicarikan solusi.

“Saat ini saya sedang banyak hadapi masalah, tolong bantu carikan solusi bukan memperberat beban saya, bagaimana caranya kaka,” ujarnya.

Dintanya soal maksud dan tujuan membawakan tempat sirih yang berisikan uang, babi dan beras kepada orang tua MN, Yupiter Pah mengatakan agar tidak mempertanyakan pertanyaan itu kepadanya tetapi menanyakan pendapat kepada orang tua MN.

“Sudalah kaka kita tidak usah bahas hal yang tidak penting, tanya di mereka saja, biar saja mereka mau omong apa namanya, orang tidak suka kita dan kami pergi ke Oof karena Kepala Desa yang fasilitasi kami untuk pergi,” pungkasnya.

KOMENTAR
Share berita ini :