Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB Lalu Putradi, saat konfrensi pers di Aula Kantor BPS Provinsi NTB Kota Mataram, Senin (2/9).
Mataram, NewsMetropol – Indeks perkembangan pertumbuhan ekonomi di seluruh sektor di NTB sangat fluktuatif. Menurut BPS Provinsi NTB, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB, Lalu Putradi dalam pres rilisnya di Aula Kantor BPS Provensi NTB Kota Mataram, Senin (2/9).
Lalu Putradi menjelaskan, pada bulan Agustus 2019, Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi sebesar 0,39 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,12 pada bulan Juli 2019 menjadi 135,59 pada bulan Agustus 2019. Angka deflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,12 persen.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,35 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.
Deflasi NTB bulan Agustus 2019 sebesar 0,39 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,78 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,81 persen, ujarnya.
Lanjut Lalu Puradi, sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 1,13 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,89 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,39 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,09 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,03 persen.
Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Agustus 2019 sebesar 1,19 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2018 sebesar 2,06 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Agustus 2019 sebesar 2,29 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi tahun ke tahun” di bulan Agustus 2018 sebesar 3,42 persen.
Penghitungan Nilai Tukar Petani menggunakan tahun dasar 2012=100 dimana pada bulan Agustus 2019 tercatat Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 118,91 persen nilai tukar petani Hortikultura (NTPH) 81,36 persen nilai tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 93,88 persen nilai tukar petani peternakan (NTPT) 133,58 persen dan nilai tukar petani perikanan (NTNP) 109,51 persen.
Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat 119,62 persen dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) tercatat 93,21 persen, jelasnya.
(Rahmat)
