Mahasiswa UNS ditemukan tewas usai ber-snorkling di sekitar pantai Dermaga Sombu, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Senin (26/02).
Wakatobi, NewsMetropol – Dua orang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) ditemukan tewas usai ber-snorkling di sekitar pantai Dermaga Sombu, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Senin (26/02).
Dua korban yang diketahui tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 45 hari di Kabupaten Wakatobi tersebut bernama Aji Surahman (20) asal Karanganyar, Jawa Tengah dan Fadlan (21) asal Medan, Sumatera Utara.
Menurut keterangan beberapa saksi mata yang menolak disebutkan namanya, kejadian bermula saat sembilan orang mahasiswa melakukan snorkling di Pantai Dermaga Sombu pada pukul 11.30 WITA.
Sekitar pukul 12.00 WITA, tiga orang mahasiswa diantaranya, Gina, Aji, dan Fadlan yang saat itu sedang ber-snorkling dihantam ombak besar.
Melihat hal tersebut, beberapa rekan mereka berupaya melakukan pertolangan. Namun naas, hanya Gina (21) yang dapat terselamatkan, sedangkan Aji dan Fadlan tidak dapat tertolong. Setelah ditemukan dan dievakuasi dari pantai, kedua korban telah dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulutnya.
Keduanya sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi, namun takdir berkata lain, kedua korban tidak dapat tertolong.
“Jenazah kedua korban akan dibawa ke taman nasional selanjutnya akan dimandikan dan dikafani,” ucap Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno
Terkait proses pemulangan jenazah, Pemerintah Kabupaten Wakatobi sedang menunggu dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak keluarga.
“Kita usahakan besok untuk pemulangan jenazah, Pemda dan dari taman nasional yang akan usahakan melalui pesawat Wings Air,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatob, Muhammad Ilyas Abibu saat ditemui di RSUD.
Untuk diketahui, kedua korban tersebut seharusnya telah kembali ke kampusnya di Surakarta, Jawa Tengah pada Minggu kemarin (25/2) usai masa KKN-nya berakhir. Namun mereka memutuskan untuk piknik sejenak, namun akhirnya berujung petaka ini.
(Ronal Fajar)
