Sugeng1

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono.

Batu, Metropol – Melalui Aplikasi Among Tani dari Smartcity, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono yakin bisa memangkas  distribusi Panjang  para Tengkulak.

Menurut Sugeng, hal tersebut sangat mempengaruhi selisih harga komoditas, karena melalui era digital yang sudah terkoneksi, terintegrasi dengan Command Center, Para petani bisa komunikasi langsung dengan Buyer untuk menentukan harga yang sesuai dengan kualitas Komoditas.

“Dengan demikian, kemudahan bertransaksi serta harga yang baik bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, Paparnya kepada Metropol,Kamis,7 September 2017,” katanya.

Sugeng mengatakan, Dinas Pertanian sesuai fungsinya di aplikasi adalah mengcolect data, menginput data dan mengupdate data mengenai identitas dan aktifitas pertanian yang ada di Kota Batu.

Baca Juga:  Lantik 192 Pejabat, Bupati Lebak Minta ASN Kerja Bersih dan Profesional

“Menyesuaikan aplikasinya, sekarang kami masih dalam tahapan mengcolect data,” katanya.

Sugeng menjelaskan, bahwa tercatat 3000 petani yang profilenya sudah masuk verifikasi dan validasi sesuai Komoditasnya. Namun itu masih bisa bertambah lagi.

“Melalui aplikasi  teknologi ada forum diskusi guna mencari solusi terhadap permasalahan mereka, karena didalamnya terdapat tenaga ahli pertanian,” katanya.

Sugeng juga mengatakan, Tenaga Pendamping Petani (TPP) disediakan Dinasnya khusus mendampingi para petani dalam membantu pemilihan lahan, pembibitan hingga siap panen.

“Mereka juga mengajarkan kepada petani untuk melek teknologi dengan mengabadikan dan melaporkan setiap moment  dalam tahapan pertaniannya,” kata Sugeng.

Menambahkan keterangan, Kabid Hortikultura, Yayat Supriyatna menyatakan telah ada tenaga Pendamping petani sebanyak 48 orang untuk 24 desa dan kelurahan, masing masing Desa 2 orang.

Baca Juga:  Lantik 192 Pejabat, Bupati Lebak Minta ASN Kerja Bersih dan Profesional

Kasi Pengolahan dan pemasaran Hortikultura, Agus Sholeh juga ikut ambil bagian dalam menjelaskan, tujuannya Aplikasi Among Tani dari SmartCity ialah mengembalikan niatan  pemuda Kota Batu yang semula mencari mata pencaharian lain.

“Maka dengan Teknologi ini mereka tertarik untuk kembali mengolah lahan mereka dan mencari kesejahteraan ekonomi dengan menjadi petani melek teknologi,” katanya.

(Yud/Rin)

KOMENTAR
Share berita ini :