Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Aparat Polres Timor Tengah Selatan Polda Nusa Tenggara Timur, Senin (12/12/2022), melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian sekaligus melakukan identifikasi penyebab terjadinya kebakaran yang terjadi di Rumah Makan Restu Ibu milik Inas Sholihin warga RT. 04 RW. 01, Kelurahan Taubneno, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang hangus terbakar pada Minggu (11/12/2022) lalu.
Kapolres Timor Tengah Selatan AKBP I Gusti Putu Suka Arsa melalui Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan usai melakukan olah TKP menjelaskan, bahwa setelah kejadian kebakaran pihaknya memerintah tim identivikasi untuk melakukan olah TKP di lokasi namun karena situasi dan kondisi sudah gelap sehingga kegiatan olah TKP atau identifikasi baru dilakukan Senin (12/12/2022) sekira pukul 09:00 Wita untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
BACA JUGA : Temuan Penyelewengan Dana Operasional, Sekda TTS Minta Inspektorat Audit Susten Sesfaotp
BACA JUGA : Cuaca Tak Bersahabat, Polres TTS dan Lintas Sektor Gelar Apel Siaga Bencana
Berdasarkan hasil interogasi dan olah TKP terkait kronologis terjadi kebakaran tersebut korban Inas Sholihin mengaku bahwa sebelum terjadi kebakaran dirinya dan istrinya pada pukul 12:00 wita usai makan siang dirinya kembali kerumah tinggal sedangkan istrinya dan dua orang pembantu yang tinggal di warung sedang membuat es cendol dan memasak menggunakan kompor gas dibagian depan warung.
Pada pukul 14:00 wita korban pergi ke tempat peguyuban K2S untuk kerja bakti sedangkan istrinya Ny. Muthohartun tinggal di warung dan memasak sesuatu pada komfor bagian depan kemudian istri dan korban pamit keluar untuk menjemput anak, sedangkan dua orang pembantu Erna Liunima dan Selfi Liunima sedang tidur di kamar.
Selanjutnya pada pukul 15:30 wita korban dan istrinya kembali ke warung tiba-tiba terjadi kebakaran dari warung bagian depan tempat diletakan dua buah komfor tabung gas elpiji namun setelah terjadi kobaran api korban sempat mengeluarkan dua buah kompor gas elpiji tersebut bersama sepeda motor sedangkan istri dan dua pembantu dan anak-anak lari berhamburan menyelamatkan diri karena kobaran api merambat semakin besar dan sangat cepat.
Dikatakan Kasat Reskrim, bahwa berdasarkan hasil olah TKP tim identifikasi diduga kuat penyebab terjadinya kebakaran tersebut akibat kelalaian korban bersama istri dan anak buah yang lalai atau lupa mematikan komfor saat sedang memasak.
“Namun untuk memastikan lebih jelas sebab kebakaran tersebut perlu dilakukan pemeriksaan lebih detail oleh Tim Labtfor Cabang Denpasar dan akibat dari terjadinya kebakaran tersebut secara material korban mengalami kerugian mancapai Rp.300 juta,” tutup Kasat Iptu Helmi Wildan.
