Barru, NewsMetropol – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI., dan Pihak ASDP., menyetujui penghentian sementara aktivitas kedatangan dan kepergian seluruh kapal penumpang di pelabuhan Awerange dan pelabuhan Garongkong, kabupaten Barru, propinsi Sulawesi Selatan.
Penghentian sementara aktifitas di dua pelabuhan tersebut, atas permintaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru, sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, melalui penumpang kapal, utamanya para TKI yang pernah berada di daerah yang sudah terjangkit Covid-19 ini.
Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh M.Si., mengatakan bahwa, mulai tanggal 5 April tahun 2020 mendatang, Pelabuhan Garongkong tidak lagi melakukan penjualan tiket untuk Penumpang. Begitu pun Pelabuhan Awerangnge, mulai hari ini juga sudah menghentikan penjualan tiket selama kurang lebih satu bulan.
Menurut Suardi Saleh, salah satu cara mengurangi penyebaran wabah Corona, yakni memperketat akses keluar-masuk orang di pelabuhan. Sebab apapun upaya yang dilakukan, tapi jika kedatangan penumpang di pelabuhan tetap berjalan, maka akan kurang efektif.
“Perlu kita ketahui bersama bahwa Penumpang yang turun di Pelabuhan Barru, juga banyak yang berasal dari Malaysia melalui Pelabuhan Batulicin. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran Virus mematikan ini, penutupan sementara dua pelabuhan ini harus dilakukan” kata Bupati Barru, dalam keterangan persnya di Posko TGT penanganan Covid-19, kabupaten Barru, pada Selasa kemarin (31/3).
Suami dari Anggota DPR RI., Hasnah ini, menambahkan, khusus untuk aktivitas kapal pengangkut logistik dan barang, tetap beroperasi. Hanya saja, yang bisa turun dan naik ke kapal itu dibatasi, yakni sopir dan karnet saja. Itupun wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu.
“Kita sangat berterima kasih atas respon ini. Khusus Garongkong itu mulai tanggal 5 April, karena terlanjur ada penjualan tiket sebelum ada tanggapan dari Kemenhub. Tapi untuk Pelabuhan Awerangnge, itu mulai hari ini tidak ada lagi pelayanan penjualan tiket,” ujarnya.
Sementara itu, perkembangan terbaru Orang Dalam Pemantauan (ODP), hingga hari ini kembali berkurang dari 32 menjadi 26 orang. Pengurangan itu terjadi di Soppeng Riaja 4 orang, dan Tanete Riaja 2 orang.
(Ahkam)
