IMG-20251122-WA0010
Reporter : Bahrun | Editor : Widi Dwiyanto

JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Aksi demonstrasi yang digelar sekelompok massa di Jakarta beberapa waktu lalu ternyata menyisakan cerita berbeda di balik panggung.

Anggota DPR RI Ridwan BAE, yang menjadi salah satu sasaran tuntutan massa, akhirnya angkat bicara, Sabtu (22/11/2025).

Ia menyatakan tetap menghargai demonstrasi sebagai bagian dari hak demokrasi warga negara, tetapi menilai aksi tersebut tidak sepenuhnya tulus memperjuangkan kepentingan publik, sebagaimana perjuangan murni.

Kata Ridwan, “saya mengupayakan agar program infrastruktur yang strategis dapat masuk ke Sulawesi Tenggara sebagai bentuk tanggungjawab moral saya kepada masyarakat Sultra”.

“Setiap orang punya hak menyampaikan pendapat. Itu dijamin konstitusi,” ungkapnya.

“Tetapi yang demo kemarin itu bukan murni perjuangan publik, tapi ada motif lain, yakni meminta uang kepada saya,” kata Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan SMS permintaan dana dan rekam jejak lama para pelaku aksi sebelumnya telah mengirim pesan singkat (SMS) kepadanya untuk meminta sejumlah dana. Permintaan itu terjadi sebelum aksi berlangsung.

Baca Juga:  Putusan MK Lindungi Wartawan, SPRI : Dewan Pers dan Konstituen Wajib Hormati Putusan

“Mereka kirim pesan meminta uang. Saya masih simpan bukti komunikasinya,” ungkap Ridwan BAE.

Menurutnya, beberapa oknum yang terlibat bukan orang asing. Mereka merupakan individu yang selama ini saya bantu ketika mereka ada kebutuhan.

“Saya kenal mereka, dan mereka juga kenal saya sekalipun tidak pernah ketemu, akan tetapi ketika mereka minta bantuan dan saya bantu, tetapi kali ini saya tidak berikan”, tegasnya.

“Yang mengejutkan, permintaan dana itu terkadang tidak langsunh kepada saya, tetapi lewat rekan-rekan dekat saya, dan pihak tersebut pernah mengirimkan nomor rekening kepada rekannya, La Ode Aca, dengan tujuan disampaikan kepada saya untuk meminta sejumlah dana kepada saya,” beber Ridwan BAE.

Kata Ridwan Modus yang sama, pernah juga mereka lakukan melalui seseorang bernama Masda Agus, dalam percakapanya permintaan dana mencapai angka jutaan rupiah, tetapi semuanya ditolak.

Baca Juga:  Putusan MK Lindungi Wartawan, SPRI : Dewan Pers dan Konstituen Wajib Hormati Putusan

Ridwan menilai bahwa materi tuduhan dalam aksi, tudingan tanpa data yang Valid. Demonstrasi tersebut jauh dari akurasi, sehingga memperkuat dugaan aksi tersebut sekadar dijadikan kendaraan untuk mencari keuntungan.

“Mereka tidak pegang data valid. Hanya modus saja, dan ujung-ujungnya minta dana kepada saya,” ujarnya.

“Saya berani katakan bahwa bereka demo tidak punya data yang Valid, ujungnya hanya dana kepada saya, dan saya Siap Buka Bukti Jika Diperlukan,” tambahnya.

Ridwan menyatakan siap membeberkan seluruh bukti komunikasi, termasuk riwayat transfer ke orang-orang tersebut di masa lalu, apabila diperlukan untuk meluruskan opini publik.

“Saya tegaskan sekali lagi sebelum saya akhiri pernyataan saya bahwa saya punya bukti semua, kalau dibutuhkan untuk klarifikasi akan tetap saya siap buka,” pungkasnya.

KOMENTAR
Share berita ini :