Aksi Demonstrasi IMM Turunkan Jokowi Di Warnai Kericuhan

Ratusan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyan Cabang Mataram saat membakar keranda mayat bertuliskan ‘Jokowi-JK harus turun tahta’.

Mataram, NewsMetropol – Aksi demonstrasi dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram di depan kantor DPRD NTB diwarnai kericuhan, Rabu (19/9).

Kericuhan dipicu karena ratusan massa aksi dari IMM tersebut membakar keranda mayat yang bertuliskan ‘Jokowi-JK harus turun tahta’.

Aparat Kepolisian dari Polres Mataram yang mengawal jalannya demontrasi langsung menembakkan water canon di kerumunan massa aksi untuk memadamkan api.

Kericuhan tidak berlangsung lama karena massa aksi maupun aparat saling menahan diri.

Aksi demontrasi ini di mulai dengan sholat gaib sebagai simbolis matinya pemerintahan Jokowi – JK di perempatan BI Mataram. Aksi kemudian berlanjut ke gedung perwakilan rakyat di jalan udayana.

Koordinator umum aksi Mawan Syarif Hidayat menyampaikan, aksi yang dilakukannya karena dinilai rupiah tidak berdaya terhadap dolar AS hingga menyebabkan inflasi dan kebutuhan bahan pokok masyarakat juga ikut naik.

“Bahan-bahan pokok yang ada di dalam negeri terus dinaikkan oleh pemerintahan. Ini tidak mampu dikendalikan oleh Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian apalagi Menteri Perekonomian,” jelas Syarif Hidayat saat memberikan keterangan persnya di tengah para demonstran.

Menurutnya hal itu sangat miris, jika mahasiswa tidak bergerak dan mengkontrolnya maka ia meyakini krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 akan terulang kembali.

Mantan presiden mahasiswa UMMAT ini juga menyentil pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi yang sering mengimpor bahan pokok, beras, garam dan pakan ternak. Menurutnya, negara Indonesia adalah negara agraris.

“Ini aneh buat kami, di tengah gejolak rupiah yang kian melemah, bukannya menggenjot ekspor barang dan jasa, malah pemerintah meningkatkan nilai impor. Jokowi harus benar-benar mengelola negara ini dengan baik. Kericuhan dimana-mana, termasuk tindakan persekusi yang dilakukan oleh sekelompok orang sangat masif,” terang Kabid Hikmah DPD IMM ini semangat.

Sarjana muda ini menambakan, Nawacita menjadi visi pemerintahan Jokowi JK sejak 2014 harus direalisasikan dan pemerintah harus melakukan devaluasi untuk menstabilkan nilai rupiah yang tercekik oleh USD.

Ia menegaskan, bahwa aksi yang dilakukannya bukan merupakan pesanan partai politik manapun. Aksi yang dilakukannya adalah murni untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami tidak dipesan oleh partai politik manapun, bahkan pengusaha pun tidak, Wallahi demi Allah, demi tuhan kami yang maha kuasa,” tutupnya.

(Amrin)

KOMENTAR
Share berita ini :