BEM

Kendari, Metropol – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) Sultra menggelar aksi unjukrasa di Perempatan Tugu Religius Kendari, Jumat (4/11) kemarin.

Ketiga BEM tersebut, yakni BEM UHO (Universitas Haluoleo), BEM UMK (Universitas Muhammadiyah Kendari) dan BEM IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Kendari mengerahkan sedikitnya 400 massa meminta agar Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri untuk segera menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) karena diduga telah melakukan penistaan agama.

Aksi unjuk rasa damai yang dilatar belakangi semangat pembelaan terhadap agama islam tersebut mendapatkan pengawalan dari personel Kepolisian Resort Kendari.

Adapun dalam pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh koordinator lapangannya Ahmad Farouq MZ, dengan mengajukan tuntutan sebagai berikut: 1. Menuntut kepada Jokowi memerintahkan Kapolri untuk menangkap Ahok yang telah jelas melakukan penistaan terhadap Al Quran dan ulama, 2. Menuntut  kepada Bareskrim Polri agar segera menangkap  Ahok dan jangan gentar dengan kekuatan apapun dibalik kebalnya Ahok. 3. Menyerukan kepada umat islam agar terus berjuang atas nama Islam dan akidah Islam.

Baca Juga:  Warga RT.18 RW.03 Kelurahan Pesantren Gelar Syukuran dan Doa Bersama Jelang HUT RI ke-81

Setelah berorasi sekitar hampir dua jam massa aksi kemudian bergerak ke Sekretariat DPRD Provinsi Sultra. Di halaman Sekertariat DPRD Sultra masa aksi kemudian kembali menggelar orasi yang disertai dengan gema takbir oleh peserta Unras.

Hingga akhir waktu aksi, yakni menjelang shalat Jumat, tak satupun wakil rakyat yang menemui mereka. Massa aksi GMP Sultra menarik diri dan kembali ke kampus masing2-masing.  Namun selain BMP Sultra, aksi unras mengecam penistaan agama oleh Ahok juga dilakukan oleh HMI MPO dan Gerakan Pemuda Pembela Islam (GPPI)  Sultra. Kedua elemen massa ini juga menuntut agar sang penista agama Ahok ditagkap dan diberi hukuman seberat-beratnya. Kedua massa aksi ini pun juga menggelar orasi di DPRD Sultra.  Namun hingga akhir aksi unras,  situasi keamanan berjalan kondusif.

Baca Juga:  Warga Salociu Angkat 9 Tuntutan Wajib "Kunci Mati" PT. PUL

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :