IMG-20210628-WA0002

Barru, NewsMetropol – DPRD Kabupaten Barru telah merekomendasikan penghentian sementara aktifitas tambang galian C di Bottolai, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Namun ironisnya, rekomendasi itu tidak dihiraukan oleh penambang dan memaksa untuk melakukan aktifitas.

Akibatnya, para warga Bottolai melakukan aksi protes dan nyaris bentrok dengan anak buah pemilik tambang.

Menurut salah seorang warga yang ikut dalam aksi protes itu, Arham mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi karena penambang bersikeras untuk melakukan aktifitas penambangan di lokasi tersebut.

Padahal kata Arham, DPRD telah merekomendasikan untuk pembekuan sementara semua aktifitas tambang.

“Warga jengkel karena bersangkutan memaksa masuk ke area tambang untuk beraktifitas. Dia mau angkut material lagi. Ini bukti kalau dia tidak patuh sama keputusan DPRD soal rekomendasi penghentian sementara,” katanya sesaat setelah kejadian, Ahad (27/6).

Sementara itu, alasan penambang memaksa masuk ke lokasi yang melewati pemukiman warga itu, karena belum adanya surat legalitas untuk pembekuan sementara yang diterima pemilik tambang.

“Jadi dia merasa rekomendasi itu belum berlaku karena belum ada surat resmi untuk diberhentikan sementara,” kata Arham menirukan pernyataan penambang.

Meski bersitegang, namun pihak warga dan penambang masing-masing menahan diri untuk tidak anarkis. Warga kukuh untuk menutup akses jalan mereka dengan portal agar truk armada penambang tidak melewati area mereka.

Arham mengatakan, warga ingin penambang bikin jalan baru ke area lokasi tambangnya. Tidak lagi melewati akses pemukiman warga.

“Kasihan jalan kami rusak dan berlumpur karena aktifitas tambang ini,” keluh Arham mewakili aspirasi warga lainnya.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :