Dok MP

HUT Metropol Ke 5 di Villa Matahari, Puncak, Bogor – Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015) Foto: Falahudin Arpi.

Jakarta, Metropol – Tak terasa, perjalanan media cetak News Metropol telah memasuki tahun ke enam, dengan berbagai ragam benturan dan suka duka yang dialami, namun semua itu dapat terselesaikan dengan baik, hingga media News Metropol tetap berkibar, beredar di daerah-daerah maupun di Jakarta, sebagai sentra keredaksian Metropol.

“6 Tahun Metropol Menasionalkan Berita Lokal dengan Jurnalis
Sebagai Ujung Tombak Pembawa Perubahan Kaum yang Lemah”

Keberadaan media cetak Metropol dan media online Metropol, yang menitik beratkan kepada berita-berita lokal bukan tanpa alasan. Metropol lebih banyak mengangkat berita lokal, agar kegiatan dan kejadian yang dilakukan baik dari pemerintah maupun non pemerintah, dapat terekspos secara nasional ke pemerintah pusat di Jakarta, dengan beredarnya berita daerah ini sampai ke pemerintah pusat, diharapkan dapat menciptakan pembaharuan peningkatan aktivitas pembangunan di daerah.

Adanya peningkatan pembangunan di daerah, tentu dengan sendirinya roda perekonomian berkembang hingga dapat menciptakan perubahan terhadap kaum yang lemah.

Abraham Maslow, dalam buku yang berjudul “Pendidikan Orang Dewasa” (‘red..‘) bahwa rasa aman dapat tercipta manakala tingkat kebutuhan seseorang telah terpenuhi.

Pandangan Abraham Maslow, menurut kacamata Metropol patut disikapi, mengingat tingkat pemenuhan masyarakat belakangan ini sangat rendah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kestabilan keamanan nasional

Sejalan dengan pendapat Abraham Maslow, Pimpinan Metropol, Imran BAK bersama-sama staf redaksi dan para wartawan Metropol, menjaring berita-berita lokal guna menciptakan perubahan bagi kaum lemah yang mayoritas tersebar di daerah.

Di samping itu, mengkafer berita-berita di daerah berarti Metropol turut menyemarakkan pengamatan dan pengawasan terhadap kegiatan instansi terkait, dan turut serta dalam mengontrol pemanfatan anggaran belanja negara yang di kelola di setiap daerah.

Hal itu tidak terlepas visi misi Metropol ‘Mendukung Penegakan Hukum’ dengan mensosialisasikan program Pemerintah, BNN, TNI dan Polri, dimana pemberitaan diutamakan bersifat kejahatan, Narkoba, Korupsi, Teroris, Ilegal Logging, Perjudian dan Kriminal lainnya untuk disuarakan melalui media Metropol.

Tidak dipungkiri, Metropol sebagai salah satu media cetak serta media online yang terus menjaga kemitraan dari berbagai instansi, khususnya dengan Mabes Polri, Mabes TNI dan BNN, ini menuntut agar peranan wartawan Metropol yang berada disetiap penjuru daerah Republik Indonesia, lebih ditingkatkan profesionalismenya menjaring berita-berita daerah untuk dapat dikonsumsi publik dari Sabang sampai Merauke dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, disarankan pula kepada para wartawan Metropol, agar dapat menjaga kelangsungan dan kerjasama yang baik terhadap mitra-mitra, sehingga terjalin kekerabatan serta silaturrahim yang berkesinambungan. Karena Metropol tidak ada apa-apanya tanpa kemitraan, dalam hal ini tentunya kemitraan yang positif selaku media sosial kontrol.

Dari hasil rapat kepanitiaan, Jumat (5/2), perayaan HUT Metropol ke 6 yang dirangkai seminar nasional, rencananya akan diselenggarakan pada Rabu, 30 Maret 2016 di Hotel Jimmers Mountain Resort – Puncak, Cisarua – Bogor, Jawa Barat.

(Jalal Maulana)

KOMENTAR
Share berita ini :