Jakarta, NewsMetropol – Tokoh Masyarakat Sulsel di Jakarta, Syarifuddin Daeng Punna menyayangkan banyaknya pemberitaan yang mengaitkan antara vaksin dengan adanya korban meninggal karena telah mengikuti vaksin.
“Dengan adanya pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat dan media sosial terkait hal itu, saya menghimbau kepada rekan-rekan media agar sebaiknya jangan melakukan judgement sebelum adanya rilis resmi dari pihak yang berkompeten dalam hal ini dokter dan pihak-pihak lainnya yang ikut dalam program vaksinasi sehingga tidak menjadi informasi bias dikemudian hari. Sebab vaksin diikuti oleh banyak pihak, dan menurut pandangan saya belum tentu korban yang meninggal itu karena dampak dari vaksin,” ujar pria yang akrab disapa SAdAP ini, Kamis (25/3)
Kata dia, vaksin tidak dijadikan kambing hitam dari kematian seseorang karena faktanya jutaan orang telah ikut program vaksinasi tanpa ada kejadian kejadian fatal.
“Dan tentu semuanya berjalan lancar meskipun ada beberapa gejala yang dirasakan karena efek dari vaksin diantaranya badan terasa pegal, mudah mengantuk dan naiknya nafsu makan, hal itulah yang saya rasakan juga setelah ikut vaksin namun setelah itu fisik kembali fit dan makin bugar,” ujarnya lagi.
Dia juga menyesalkan pemberitaan yang menyebutkan seorang meninggal dunia di Kabupaten Takalar setelah seminggu divaksin.
Berita tersebut kata SAdAP mendeskripsikan bahwa korban mengeluhkan gejala-gejala yang tidak biasa dirasakan sehingga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, namun akhirnya meninggal dunia.
“Terkait permasalahan itu, saya meminta agar semua pihak dapat saling berkoordinasi untuk mengetahui penyebab dari kematiannya,” tegasnya.
Dia berharap media dapat melakukan investigasi terlebih dahulu terkait penyebab kematian tersebut sebelum melakukan pemberitaan.
Pasalnya menurut dia, opini yang berkembang mempengaruhi psikologi masyarakat sehingga menyebabkan masyarakat khawatir dan berpikiran negatif terhadap pemerintah.
Padahal jelas SAdAP, program vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam rangka memperkecil ruang penyebaran Covid 19.
“Kepada pihak keluarga agar diberi ketabahan serta tetap berkonsultasi dengan tenaga medis, kepolisian agar dapat memastikan penyebab yang sebenarnya,” tutup SAdAP.
(Red)
