Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam menemui mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) Kendari yang saat melakukan aksi damai, Rabu (2/10).
Kendari, NewsMetropol – Puluhan mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) Kendari kembali menggelar aksi damai, Rabu (2/10).
Menteri Eksternal BEM UHO, Hendrik Kurniawan dalam orasinya mendesak Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam secepatnya mengungkap pelaku penembakan atas gugurnya kedua rekannya saat mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sultra pekan lalu.
“Copot Kapolres Kendari AKBP Jemml Junaedi, Kasat Reskrim Polres Kendari, dan Kanit Sosial Budaya karena mereka bertiga lalai dalam menjalankan tugas,” tegas Hendrik.
Selain itu, Hendrik juga meminta Kapolda Sultra agar memberi teguran kepada Kapolres Muna terkait komentarnya di facebook bahwa meninggalnya kedua rekan mereka tidak benar alias hoax.
Menyikapi permintaan mahasiswa itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan bahwa pelaku penembakan sedang dilakukan tim investigasi dari Mabes Polri.
Dia juga mengatakan bahwa menyikapi meninggalnya dua mahasiswa UHO, Kapolri telah membentuk tim investigasi di lapangan yang dipimpin oleh Irwasum, Kabareskrim, Kabag Intelkam, Kadiv Humas dan Kadiv Propam Polri.
“Karena peristiwa ini sangat prioritas Kapolri menekankan kepada seluruh perwira yang tertibat dalam tim investigasi bekerja secara terbuka dan transparan, kemudian Kapolri memerintahkan saya untuk menuntaskan masalah ini dengan melibatkan pengawas eksternal dalam hal ini Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Advokasi dari Universitas, juga dari organisasi kemahasiswaan,” jelasnya.
Menjawab tuntutan pencopotan jabatan Kapolres Kendari, Kapolda menegaskan akan melaporkan langsung kepada Kapolri karena pencopotan jabatan Kapolres bukan kewenagan Kapolda.
Mengenai pencopotan jabatan Kapolres Kendari saya akan melaporkan langsung kepada Kapolri karena pencopotan Kapolres bukan kewenangan saya. Mengenai pencopotan Kasat intel dan Kanit Sosial Budaya kami bahas dalam internal kami,” jelas dia.
Kapolda juga menegaskan bahwa terkait kelalaian dalam menjalankan tugas, siapapun akan dicopot jika terbukti.
“Jangakan Kapolres, Wakapolda, Irwasda, Karo Ops siapapun dia akan dicopot dari jabatanya jika terbukti lalai dalam menjalanlan tugas,” tegasnya.
Saat menemui pengunjuk rasa, Kapolda Sultra didampingi Kepala Ombusman RI perwakilan Sulawesi Tenggara dan Dandim 1417/Kendari serta sejumlah Pejabat Utama Polda Sultra.
(Bahrun)
