Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban didampingi Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra msaat emimpin lansung pengembalikan 11 unit motor kepada pemiliknya, dari hasil pengungkapan Tim Cobra.
Lumajang, NewsMetropol – Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengembalikan 11 motor hasil operasi motor bodong door to door ke pemilik kendaraan.
Salah satu motor yang dikembalikan itu adalah beat putih ‘berdarah’ yang dikembalikan kepada ayah sang pemilik kendaraan yang bernama Muji (54) warga Desa Bangsalsari, Jember.
Kepada NewsMetropol, Kapolres Lumajang mengatakan motor honda beat tersebut disita oleh Tim Cobra Polres Lumajang saat operasi motor bodong di Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang beberapa waktu yang lalu.
Lanjutnya, sang pemilik motor honda yakni Fauzi (23) sendiri telah meninggal dunia akibat begal yang dialaminya di wilayah Tanggul, Kabupaten Jember pada tahun 2016 silam.
“Pada saat itu, korban diajak berkenalan melalui sosial media oleh seorang perempuan bernama Holifah (24) warga Desa Klatakan Kabupaten Tanggul,” ujar Arsal, Senin (12/8).
Selanjutnya kata Kapolres Lumajang keduanya saling berkirim pesan lalu keduanya menyepakati untuk pergi keluar bersama.
“Saat itu setelah mereka berdua bertemu, Holifah terus mengajak berputar-putar dengan kendaraan korban,” ujar Arsal lagi.
Holifa yang telah memiliki rencana jahat lanjut Kapolres, meminta Fauzi mengantarnya pulang saat hari berganti malam sekira pukul 19.00 WIB.
“Saat itu Holifah meminta melalui jalan yang sepi serta sedikit penerangan cahaya dan ditempat tersebut keduanya disergap oleh begal yang ternyata telah bersekongkol dengan Holifah. Fauzi pun langsung dibacok sebanyak 6 kali di sekujur tubuhnya dan meninggal di lokasi kejadian,” terang Arsal.
Kapolres menambahkan, namun tak lama dari kejadian tersebut, Holifah serta rekan-rekannnya berhasil ditangkap oleh petugas dari Polres Jember.
“Saya turut berduka cita kepada almarhum yang menjadi korban atas pembegalan motor ini. Ini adalah fakta yang terjadi dilapangan, dimana dibalik motor-motor bodong ini ada seseorang yang terkena musibah hingga kehilangan nyawa demi mempertahankan kendaraan bermotor mereka. Saya berharap masyarakat Lumajang tak lagi membeli motor bodong, agar begal maupun curanmor tidak memiliki pasar diwilayah Lumajang. Dengan demikian, begal dan curanmor akan hilang dengan sendirinya di Lumajang,” jelas Arsal.
Sementara itu ayah korban, Muji sekaligus pengambil kendaraan bermotor mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Lumajang maupun kepada Tim Cobra.
“Saya sangat berterima kasih kepada pak Kapolres maupun kepada Tim Cobra yang berhasil menemukan motor anak saya. Meskipun motor ini bisa kembali, tetapi nyawa anak saya tak kan pernah bisa kembali. Semoga kisah pilu seperti yang kami alami tak terjadi lagi kepada orang lain, karena tak ada nyawa manusia yang sebanding dengan harga motor,” harapnya.
(Red)
