Kuatkan Karakter Siswa, Kemendikbud Gandeng BNN dan BNPT

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius , Sekjen Kemenag, Nur Syam dan Koordinator Kelompok Ahli BNN, Komjen Pol (Purn) Ahwil Lutan. dalam acara penandatanganan nota kesepahaman, antara Kemendikbud, Kemenag, BNPT dan BNN, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (19/7).

Jakarta, NewsMetropol – Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan dalam upaya menguatkan karakter siswa pihaknya bersama Kementerian Agama telah menggandeng BNN dan BNPT.

“Menguatnya karakter siswa akan berdampak pada perkuatan pencegahan, serta mempercepat penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan prekusor narkotika, maupun paham radikal dan intoleransi,” ujarnya, Kamis (19/7).

Lanjut Mendikbud, masa depan Indonesia bergantung pada penyiapan generasi penerus sehingga memiliki daya tahan dalam menghadapi, menangkal penyalahgunaan narkotika dan paham berbahaya yang mengancam kehidupan berbangsa.

“Kami memiliki kewenangan dalam bidang pengawasan, pembinaan dan afirmasi tetapi untuk kewenangan lebih lanjut ada di pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, yang bisa kami lakukan dalam intervensi penataan kurikulum, dimasukkan dalam penguatan pendidikan karakter yang mengacu pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017,” ujarnya lagi.

Muhadjir menjelaskan, dengan diberlakukannya Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, maka akan sangat mudah bagi Kemendikbud untuk merevisi dan menyempurnakan kurikulum untuk kepentingan peserta didik.

“Ada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Semua akan kita gunakan. Nanti kita bikin luwes sesuai dengan struktur Kurikulum 2013 yang desainnya luwes,” ujar Mendikbud.

Senada dengan itu, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengungkapkan, pencegahan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika sejak dini dalam rangka pemberantasan, peran pendidikan sangatlah penting.

Untuk itu kata dia, BNN terus berupaya melakukan program pencegahan dengan mengurangi permintaan terhadap narkotika dan prekursor narkotika.

Heru mengakui, saat ini bisnis terlarang narkotika makin agresif dan ironisnya mereka (pengedar narkotika red) menjadikan siswa sebagai target pengguna.

Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, perubahan tatanan sosial di masyarakat saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan komunikasi.

Olehnya itu, dia mengajak semua pihak bersinergi menguatkan karakter anak didik dan membentengi diri dari pengaruh paham-paham radikal yang tidak sejalan dengan falsafah Pancasila yang pada gilirannya mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Turut hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam, dan Koordinator Kelompok Ahli BNN, Komjen Pol (P) Ahwil Lutan.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :