RS 3

Komisaris Utama, Rumah Sakit Umum (RSU) Firdus, dr. Bahtiar Husain, Sp.P, MH.Kes.

Jakarta, NewsMetropol – Rumah Sakit Umum (RSU) Firdaus menggelar acara buka puasa bersama dengan anak yatim dan warga sekitar di Sukapura, Jakarta Utara, Ahad (27/5).

Acara yang juga disertai dengan penyantunan terhadap anak yatim itu digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RSU Firdaus yang ke-7.

Didektur Rumah Sakit Umum (RSU) Firdus, dr. Asmirayanti Rasam, MARS mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Utara.

“Kontribusi nyata itu ditunjukan dengan terus meningkatnya pelayanannya terhadap masyarakat. Misalnya saja jumlah pasien rawat jalan dan inap di RS Firdaus mencapai 60 ribu pasien selama tahun 2017 dan di tahun 2018 ini terus meningkat,” ujar dr Asmirayanti Rasam.

Lanjutnya, di usianya yang ke 7 RS Firdaus juga terus berupaya melakukan pengembangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

rs 7
Didektur Rumah Sakit Umum (RSU) Firdus, dr. Asmirayanti Rasam, MARS.

“Di tahun 2018 ini, kami melakukan pengembangan dengan pengadaan unit cuci darah atau hemodialisis, pengadaan unit CT Scan (Computerized Tomography Scan red) dan alat operasi mata atau katarak,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya juga melakukan penambahan poli seperti poli ortopodi atau beda tulang, penambahan dokter spesialis seperti spesialis THT, spesialis kebidanan dan spesialis paru.

Sementara itu, Komisaris Utama, Rumah Sakit Umum (RSU) Firdus, dr. Bahtiar Husain, Sp.P, MH.Kes mengatakan, pengembangan Rumah Sakit Firdaus dilatar belakangi karena tuntutan masyarakat.

“Misalnya pada bulan depan akan dilaunching unit cuci darah. Jadi warga sekitar sini yang ingin cuci darah tidak perlu lagi jauh-jauh,” ujarnya.

Dia menyadari bahwa keberadaan Rumah Sakit ini karena support dan dukungan dari masyarakat sekitar.

“Firdaus itu dibangun dari satu kamar praktek menjadi seperti ini sekarang. Dan ini dananya dibangun dari masyarakat semua,” ujarnya lagi.

RS 4
Penyerahan santunan secara simbolis oleh Komisaris PT. Prisinda Mitra Uteama, Samurni, SE kepada anak Yatim Piatu.

dr. Bahtiar Husain juga mengatakan, bahwa dalam pelayanan kepada pasien pihaknya memperlakukan pasien sebagai bayi karena pelayanan terhadap bayi itu benar-benar harus optimal.

“Kami mengdopsi pelayanan pada Maskapai Garuda yakni menempatkan penumpang sebagai bayi yang harus diperhatikan dan dilayani secara total,” terangnya.

Namun dia juga menyadari bahwa kehadiran RS Firdaus memberikan dampak negatif dan positif di tengah masyarakat.

Dampak negatif kata dia adalah kemacetan dan dampak positifnya salah satunya adalah tumbuhnya kegiatan ekonomi warga di sekitar rumah sakit ini.

“Misalnya banyaknya warung yang ada di sekitar Rumah Sakit karena setiap hari kami melayani pasien kurang lebih 300 pasien sehingga sebulan bisa mencapai 9000 pasien,” terangnya

(Risyaji)

KOMENTAR
Share berita ini :