Kapolres Lutim Tegaskan Penembakan Amril Cegah Korban Lebih Banyak

Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi memberikan keterangan pers kepada wartawan, Ahad (25/2).

Luwu Timur, NewsMetropol – Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian Sektor Mangkutana pada Senin (19/2) lalu sehingga menyebabkan kematian Amril telah mengundang berbagai macam tanggapan.

Alhasil perbincangan mengenai peristiwa itu telah menghebokan masyarakat Luwu Timur dan sekitarnya baik di dunia nyata maupun di jagad maya.

Sebagaimana diketahui Amril yang diduga kuat berada dalam pengaruh obat PCC, ditembak polisi usai mengamuk di Pasar Wonorejo Kecamatan  Mangkutana, dan Kecamatan Tomoni.

Menyikapi reaksi warga itu, Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi mengatakan, bahwa penembakan tersebut telah sesuai prosedur penindakan yang baku.

“Sebelum menembak Amril personil kepolisian sudah melakukan tembakan peringatan, namun karena tidak digubris dan nekat hendak memarangi anggota polisi, Hardi yang sempat terjatuh di tengah jalan, maka reflek naluri hendak membela diri, maka dilepaskanlah tembakan dibagian perut dan pinggangnya” ujar Kapolres Lutim kepada NewsMetropol, Ahad (25/2).

Baca Juga:  Polda Banten Ungkap Kronologi Kecelakaan Kerja di PT MCCI

Leonardo juga menegaskan, bahwa penembakan itu telah sesuai SOP (Standard Operating Procedure) dan juga dimotivasi untuk menghindari timbulnya korban jiwa yang lebih banyak dari masyarakat.

“Apabila ada ditemukan kesalahan prosedur akan dilakukan investigasi dan pemeriksaan oleh Propam, insha Allah kita akan berusaha profesional dan beri ruang kepada semua pihak terkait untuk menilai dan beri masukan terkait kejadian ini,“ ujar AKBP Leonardo lagi.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Luwu Timur, Dr. Aswar Hasan, M. Si., mengatakan, tindakan Kepolisian dapat dimaklumi jika menyelamatkan nyawa orang lain yang terancam bahaya.

“Sepanjang itu sudah ada tembakan peringatan tapi tetap diabaikan maka jika tindakan pengamanan hanya dengan cara seperti itu yang mungkin, pada situasi setempat maka itu tentu sangat kondisional yang bisa difahami, Asalkan tidak ada motif untuk mematikan tersangka, tetapi hanya untuk melumpukan terlebih dahulu,” ujar Aswar Hasan yang juga Akademisi Universitas Hasanuddin itu.

Baca Juga:  Polisi Pastikan Tak Ada ‘Pocong Begal’ di Malang, Warga Diminta Tak Terpancing Hoaks

Tetapi meski demikian kata dia, pihak Polres Lutim tetap perlu dimintai penjelasan terlebih dahulu oleh media agar beritanya berimbang sehingga pembaca media tidak salah menilai lalu bersikap apriori pada pihak kepolisian.

Sedangkan salah seorang penggiat LSM Luwu Timur, Kamaruddin Baka menyangkan kejadian tersebut bisa memakan korban nyawa.

“Mungkin ini sudah jalannya, biarkanlah keluarga korban yang menilai dan mencari kebenaran dalam penyelesaian kasus ini,” jelasnya.

(Ade Sudarsono)

KOMENTAR
Share berita ini :