IMG-20260323-WA0002
Reporter : H. Surya Hararhap | Editor : Widi Dwiyanto

JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Ketua DKM Ustadz Sariyat mengatakan, penyelenggaraan sholat Idul Fitri berjamaah sebagai bagian dari kegiatan ibadah tahunan.

Jadwal pelaksanaan sholat IED di Indonesia umumnya dimulai dari pagi hari sekitar pukul 06:45 WIB s/d selesai, pastikan memantau pengumuman.

Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M adalah ibadah sunnah yang mempunyai banyak hikmah dan keutamaan, diantaranya adalah sebagai rasa syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan kaum muslimin dengan banyaknya kebaikan dan rahmat Allah SWT.

“Kebahagiaan muslimin pada hari Idul Fitri di karenakan kebersihan mereka yang telah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan,” paparnya.

Menurut Ust. Sariyat, bahwa selain sebagai ungkapan rasa syukur Idul Fitri juga mempererat tali silaturahmi dan persatuan kaum nuslimin sebab saat Sholat Idul Fitri di Masjid Jami’ Al-Muqorrbiin, Kp. Tanah Koja, RT. 06/05, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Kota Jakarta Timur dilaksanakan dengan mendengarkan khutbah.

Penasehat DKM Masjid Jami’ Al-Muqorrbiin Taufik Niman mengatakan, bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri dilaksanakan pada hari Sabtu 21 Maret 2026 bertempat Masjid Jami’ Al-Muqorrbiin. Adapun MC. Ustadz Matsani, yang bertindak sebagai Bilal adalah Ustadz Taufik Hidayat dan Imam adalah Ustadz Abdul Fatah. Dalam khotbah yang disampaikan pesan agar kaum Muslimin jangan sekali-kali melupakan sholat fardhu 5 waktu.

Biasanya disaat Ramadhan banyak ibadah shalat sunnah yang dilaksanakan misalnya shalat taraweh. Kemudian setelah tiba Idul Fitri, dilaksanakan sholat sunnah Idul Fitri. Shalat Sunnah tersebut suasananya membahagiakan dan menggembirakan.

“Acap kali ada orang yang melaksanakan taraweh dan sholat Idul Fitri, Namun malah terlewat Sholat fardhu 5 waktu,” ungkapnya.

Selain itu, Khotib juga menghimbau Jama’ah mengenal pentingnya ziarah ke orang tua yang telah tiada.

“Untuk almarhum pada umumnya keberadaa kita di saat sekarang ini tidak lepas dari pesan para orang tua kita dan leluhur kita serta kaum Muslimin-muslimat pada umumnya. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita mengingat jasa mereka dengan cara mendoakan, Usai Khotbah yang bernas ditutup, para Jama’ah Masjid Jami’ Al-Muqorrbiin melakukan Musofakah atau bersalaman-salaman dari shaf depan sampai akhir dengan diiringi bacaan sholawat,” ujarnya penuh semangat.

KOMENTAR
Share berita ini :