20230819_213431

Reporter : Deni Maita | Editor : Widi Dwiyanto

JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) melaksanakan upacara bendera memperingati HUT MA RI ke-78 yang berlangsung di lapangan upacara PN Jaktim, Sabtu (19/08/2023).

Upacara bendera memperingati HUT MA RI ke-78 bertemakan “Tingkatkan Integritas Menuju Peradilan Yang Agung” di pimpinan langsung oleh Wakil Ketua PN Jaktim Marliyus Marley, S.H., M.H., sebagai pembina upacara dan Maulana Muhammad, S.H., sebagai Komandan upacara.

Dalam amanatnya Ketua Mahkamah Agung RI yang di bacakan oleh Pembina upacara Marliyus Marley, S,H., M.H., mengatakan, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan
syukur kehadirat Allah SWT/Tuhan YME, atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat melaksanakan Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-78 Mahkamah Agung RI sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita semua.

“Peringatan hari ulang tahun ini, bukan hanya sekadar prosesi seremonial yang setiap tahun kita laksanakan. Namun lebih dari itu, peringatan ulang tahun ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi dan merefleksikan kembali apa saja yang telah kita lakukan serta apa rencana ke depan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada,” paparnya.

“Dalam kurun satu tahun ke belakang, kita telah mengalami banyak peristiwa yang membuat kita sedih, prihatin, dan terpukul. Belum lekang di ingatkan kita, ketika beberapa putra terbaik Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya menjadi korban keganasan pandemi Covid-19,” tambah Marliyus.

“Di saat kita sedang gencar melakukan reformasi di segala bidang, kita kembali diterpa bencana besar akibat peristiwa penangkapan Hakim Agung dan Aparatur Mahkamah Agung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah menurunkan citra dan nama baik lembaga peradilan,” ungkapnya.

“Kita semua sangat terpukul oleh kejadian tersebut dan saya pun turut merasakan bagaimana kekecewaan para hakim dan aparatur peradilan di seluruh pelosok nusantara yang telah bekerja dengan segenap jiwa dan raga untuk menegakkan keadilan, akhirnya harus turut menanggung pula akibat dari persitiwa tersebut,” jelas Marliyus.

Marliyus menambahnkan, bahwa di saat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan menurun maka tugas para hakim dan
aparatur peradilan menjadi semakin berat karena prasangka negatif publik kepada lembaga peradilan menjadi semakin tinggi.

“Namun, kita tidak boleh putus asa karena perjalanan yang harus kita tempuh masih sangat panjang, tetaplah istiqomah dan selalu
menjungjung tinggi integritas karena dua hali tulah yang akan mampu mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga peradilan,” tegas Marliyus.

Dalam amanatnya Marliyus berharap berharap, semua peristiwa yang terjadi selama ini bisa menjadi cermin bagi kita, bahwa setiap penyimpangan akan selalu terungkap dan perilaku yang buruk akan senantiasa membawa malapetaka, baik bagi diri kita sendiri, keluarga kita, maupun lembaga peradilan yang kita cintai. Ingatlah selalu, bahwa di pundak kita semua terletak tanggung jawab untuk senantiasa menjaga kehormatan dan nama baik lembaga.

“Jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang tercela karena apapun yang kita lakukan, baik dan buruknya akan berdampak pada lembaga peradilan yang menjadi tempat kita bernaung. Seberat apapun kondisinya saat ini, kita harus hadapi dengan pikiran yang jernih. Kita harus terus berupaya memperbaiki segala kekurangan yang ada,” pesannya.

“Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan, jika kita melakukannya secara bersama-sama maka perubahan-perubahan kecil itu akan menjadi sebuah gelombang besar yang akan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan publik kepada lembaga kita,” pungkas Marliyus.

Terakhir Marliyus menyampaikan bahwa, cukuplah yang terjadi kemarin menjadi pelajaran yang tidak boleh terulang lagi sehingga kita bisa menata kembali masa depan yang lebih cerah.

KOMENTAR
Share berita ini :