Penulis : Handono | Editor : Widi Dwiyanto
PEKALONGAN, NEWSMETROPOL.id – Tingkat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara ternyata cukup rendah.
Terbukti dengan diadakannya Giat Pemantauan Lalu Lintas oleh pihak Polantas Polres Pekalongan di sejumlah titik Kabupaten Pekalongan masih banyak ditemui pengendara yang lalai akan kebutuhan keselamatan berkendara, Senin (03/07/2023).
Menurut Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Fitriyanto, bahwa tingkat pelanggaran pengendara lalu-lintas masih cukup banyak, terbukti dalam pantauan pihaknya terhitung dalam 15 menit pengendara yang melintas sedikitnya 25 kendaraan kedapatan melanggar tata tertib berkendara.
“Yang terbanyak adalah tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara utamanya pada pengendara kendaraan roda dua, dan yang paling menonjol adalah tidak menggunakan helm standar SNI,” katanya.
Tak hanya itu, pengendara yang kedapatan melanggar tata tertib berkendara juga terjadi pada pelanggaran lain seperti over load dan over dimensi pada kendaraan muatan barang beroda empat, suara knalpot berisik melebihi standar SNI, berboncengan lebih dari dua penumpang dan masih banyak lainnya yang nampak mudah diidentifikasi dengan kasat mata.
Oleh karena itu pihak Polres Pekalongan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara serta tidak mengabaikan pentingnya keselamatan berkendara.
“Keselamatan berkendara adalah kebutuhan masing-masing individu, pakailah helm standar SNI untuk keselamatan diri kita saat berkendara,” jelas AKP Fitriyanto.
Dari pantauan Redaksi kami di jalan, kami mendapati seorang pengendara berinisial S yang sengaja tidak memasang Plat Nomor dan Kaca Spion pada kendaraan roda dua jenis PCX -nya. Saat kami tanya warga Kedungwuni Kabupaten Pekalongan tersebut menyebutkan secara sengaja tidak memasang kelengkapan tersebut. Entah apa alasannya namun Ia menjelaskan bahwasanya Ia secara sengaja dan sadar melakukan hal tersebut.
Tingkat kesadaran keselamatan berkendara pada masyarakat memang belum sepenuhnya tertanam dengan baik. Dalam keseharian jurnalis kami saat menjalankan tugas dan melaju di jalan raya masih sering menemui pengendara kendaraan roda dua yang melaju tidak sesuai jalur lintasannya, masih banyak pengemudi yang melaju tanpa jalur yang konsisten sehingga berpotensi mengejutkan pengendara lain karena memotong jalur lintasannya.
Hal tersebut sering menjadi penyebab kecelakaan beruntun satu arah baik antara roda dua dengan sejenisnya atau dengan jenis kendaraan lain. Bahkan tak sedikit kasus kecelakaan fatal yang terjadi akibat menyerobot secara memaksakan dari jalur lintasan pengguna jalan lain.
