IMG-20221224-WA0007

Penulis : Risyaji | Editor : Febry Ferdyan

JAKARTA, newsmetropol.id – Sejak 1 Oktober 2021 atau Pasca setahun penggabungan (merger) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus berbenah dalam perbaikan layanan pelabuhan, hal ini dilakukan untuk mendorong transformasi baik di dalam diri Perseroan maupun perekonomian nasional.

Dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) membahas update Setahun penggabungan (merger) Pelindo.

Pada kesempatan tersebut, Group Head Sekretaris Perusahaan Pelindo Ali Mulyono dalam sambutan mengatakan, bahwa Pelindo berterimakasih kepada rekan media khususnya dalam pemberitaan positif dan juga sebagai penyeimbang mengenai capaian Pelindo selama setahun penggabungan (merger).

BACA JUGA : Tanjung Priok Bersiap Diri Untuk Angkutan Laut Natal 2022 dan Tahun Baru 2023

BACA JUGA : Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional, SPSL Tanam 25 Ribu Lebih Bibit Mangrove

Baca Juga:  Hasyari Nasution : Akhiri 80 Tahun Dominasi Pupuk Kimia, Saatnya Manfaatkan “Tambang Pupuk” 573 Juta Ton di Kebun Sendiri

“Berharap ke depan akan lebih baik lagi dan menerima sumbang dan saran untuk kemajuan bersama,” kata Ali Mulyono di Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Dalam diskusi itu, Dirut Pelindo mengatakan, akan terus memacu peningkatan pelayanan jasa kepelabuhan dengan berbagai program unggulan guna memberikan layanan prima kepada pengguna jasa.

Setelah satu tahun dilakukan penggabungan atau merger BUMN pelabuhan tersebut, Pelindo semakin menguatkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah mewujudkan layanan pelabuhan dan logistik nasional yang efektif dan efiesien.

“Menstandarisasi seluruh layanan operasional termasuk peti kemas maupun non peti kemas diseluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo, memperpendek port stay dan cargo stay serta menjaga kepastian schedule kapal dengan perencanaan yang matang dan layanan yang lebih cepat,” ujar Arif Suhartono.

Baca Juga:  Command Center Berhasil Kendalikan Lonjakan Logistik Pasca Lebaran di Tanjung Priok

Semua upaya itu, tambahnya, sesuai dengan tujuan merger Pelindo, yakni; meningkatkan konektivitas dan standarisasi pelayanan pelabuhan, mewujudkan layanan logistik terintegrasi dan keunggulan dalam operasional, komersial serta keuangan.

Sementara itu Budi Pratomo selaku Anggota Tim Pelaksana Komite Eksekutif Implementasi Integrasi Kepelabuhanan, memaparkan capaian Pelindo selama setahun penggabungan/merger telah memanajemen/mengoperasikan 110 pelabuhan di 32 provinsi yang memiliki 88 cabang dengan jumlah SDM total mencapai 25 Ribu pegawai di seluruh Indonesia.

Hadir pada FGD tersebut Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, Head Regional 2, Guna Mulyana, Sub Holding, Humas Pelindo Group di area Pelabuhan Tanjung Priok dan rekan media yang tergabung dalam Forwami.

KOMENTAR
Share berita ini :