IMG-20220924-WA0008

Penulis : Kontributor Pendim 1621 TTS | Editor : Efraim Baitan Fan

NTT, newsmetropol.id – Dalam rangka menjaga profesionalitas dan keahlian menembak prajurit TNI AD maka Jumat (22/09/2022) dan Sabtu (23/09/2022) kemarin serta hari ini jajaran Kodim 1621 Timor Tengah Selatan baik Perwira, Bintara, maupun Tamtama melakukan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) dilapangan menembak milik Kodim 1621 Timor Tengah Selatan Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Dandim 1621 Timor Tengah Selatan Letkol Arm Roni Hermawan mengatakan, bahwa kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan merupakan upaya memelihara ketrampilan serta meningkatkan kemampuan yang bertujuan untuk menjaga profesionalitas, meningkatkan keahlian menembak sebagai prajurit TNI AD.

Terkait kegiatan ini dipercayakan kepada Pasi Ops Kapten Arh Oktovianus Diwi sebagai komandan latihan menembak (Danlat) yang sebelumnya segala sesuatu dipastikan telah siap mulai dari kesiapan personil, dan materi latihan menembak senjata ringan agar dipersiapkan secara baik, sehingga kegiatan latihan dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Baca Juga:  Jembatan Perintis Garuda Resmi Dibuka, Akses 5.000 Warga Galangpengampon Kembali Pulih

BACA JUGA : Pringati HUT ke-100 Kota SoE, Dandim 1621 TTS Partisipasi Pawai Motor Antik

BACA JUGA : Peringati HUT Satlantas ke-67 dan HKGB ke-70, Polda NTT dan Bhayangkari Daerah NTT Baksos ke Amanuban Timur

“Pelaksanaan kegiatan latihan menembak lebih diutamakan faktor keamanan dan tidak boleh menganggap remeh, tetapi harus mengikuti prosedur dan SOP yang diterapkan agar kita terhindar dari berbagai hal yang tentunya kita tidak ingin terjadi secara fatal,” jelas Dandim Hermawan.

“Walaupun kegiatan ini sering dilakukan pada setiap triwulan namun perlu diutamakan keselamatan dan faktor keamanan, komandan latihan maupun seluruh personil terlebih dahulu harus memastikan senjata ditempatkan pada posisi aman tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama pelaksanaan latihan menembak,” tambahnya.

Baca Juga:  TNI dan ICRC Teguhkan Kemitraan Strategis, Perpanjang Nota Kesepahaman Hukum Humaniter Internasional

Dandim mengatakan, selama pelaksanaan latihan menembak tidak ada prajurit yang bertindak sendiri-sendiri tetapi semua harus satu komando dari komandan latihan sehingga semua terarah karena itu diharapkan semua prajurit bisa memanfaatkan kesempatan latihan secara maksimal dan sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

“Untuk itu sebagai seorang prajurit TNI AD menembak adalah keahlian yang wajib di miliki setiap prajurit walaupun bertugas sebagai seorang Babinsa atau Prajurit wilayah harus terus diasah sehingga tidak pudar semangat dan keahlian yang dimiliki,” tutup Dandim Hermawan.

KOMENTAR
Share berita ini :