Penulis : Irsal Pili | Editor : Febry Ferdyan
BLITAR, newsmetropol.id – Walikota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd., menerima 3 (tiga) penghargaan tingkat nasional di bidang keuangan dari Kementerian Dalam Negeri, pada acara penganugerahan realisasi keuangan dan Rakornas Keuangan pada tanggal 02 Juni 2022 di Jakarta.
Dalam rilis yang diterima, Sabtu (11/06/2022) di Blitar, bahwa penghargaan tingkat nasional tersebut yaitu kota dengan realisasi pendapatan tertinggi, kota dengan realisasi belanja daerah tertinggi, dan kota dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi untuk pelaksanaan APBD Tahun 2021.

BACA JUGA : Walikota Blitar Bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Hadiri Peluncuran Soekarno Festival Coffe
BACA JUGA : Walikota Blitar Santoso Hadiri Malam Resepsi Bersih Kelurahan Bendogerit
Prestasi ini merupakan hasil dari kinerja kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didukung komitmen Kepala Daerah dan DPRD untuk melaksanakan APBD secara keseluruhan. Terutama untuk pengendalian pendapatan dan belanja daerah.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam memenuhi aturan dan persyaratan serta penjadwalan yang telah ditentukan baik pendapatan daerah, belanja daerah, maupun peningkatan PAD.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh OPD atas diraihnya penghargaan ini. Untuk pendapatan daerah yang terdiri dari PAD, Dana transfer dan lain-lain pendapatan yang sah memang ada ketentuan dan persyaratan. Seluruh OPD komitmen untuk memenuhi persyaratan dan peraturan perundang-undangan. Apalagi dana transfer ada aturan, jadwal dan persyaratan yang harus dipenuhi dan secara nyata dapat dipenuhi lewat kerja bersama,“ kata Walikota Blitar yang saat menerima penghargaan didampingi Kepala BPKAD Widodo Saptono dan Kepala Bappeda Tri Iman Prasetyono.
Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Santoso menjelaskan di masa pandemi Covid 19, pemerintah Kota Blitar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil masih tetap konsisten dalam upayanya peningkatan perluasan sumber-sumber pendapatan daerah. Terkait PAD, tetap dilakukan dengan upaya inovasi yang disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan metode yang tepat.
“Hasilnya positif, masyarakat tetap patuh dalam memenuhi kewajiban dalam membayar kewajiban pajaknya dan retribusi daerah,” jelas orang nomor satu di Pemkot Blitar itu.
Lebih lanjut Santoso menjelaskan, selain dari pada itu upaya pemerintah Kota Blitar dalam meningkatkan pelayanan pembayaran secara elektronik/tunai juga mempengaruhi tingkat kepercayaan, kemudahan, kecepatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah.
“Kunci lain dalam memperoleh penghargaan ini menurut Wali Kota adalah Pengendalian Tim Intensifikasi PAD yang dipimpin Pak Sekda juga memberikan kontribusi dalam pengendalian dalam upaya Intensifikasi dan ekstensifikasi dalam realisasi setiap periodenya juga kecepatan pemecahan masalah di lapangan,” pungkasnya.
