Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (Kab. TTS) tepatnya di lapangan bola SD Inpres Kesetnan Kecamatan Mollo Selatan, Kab. TTS, Kamis (24/03/2022), mengatakan, bahwa dirinya berharap hingga tahun 2024 penekanan angka stunting 80 persen turun menjadi 14 persen.
Menurut Presiden Ir. oko Widodo dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunker ini dalam rangka program perbaikan stunting yang diharapkan mulai dari calon pengantin harus mempersiapkan diri dan harus tahu apa yang mesti disiapkan sebelum menikah, sebelum hamil dan kelanjutannya.
“Semua proses ini belum tentu punya uang, jadi jika tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka ini perlu pendampingan kalau nanti setelah menikah bisa tahu apa yang harus dilakukan yang berkaitan dengan gizi anak,” katanya.
Menurut Presiden, sumber daya manusia sangat menentukan maju tidaknya sebuah negara seperti hal-hal yang berkaitan dengan stunting dan gizi. Artinya harus ada pendampingan secara benar bagi calon-calon pengantin agar mereka tahu apa yang harus dilakukan sebelum menikah.
“Semuanya termasuk penimbangan bayi-bayi yang lahir harus ada pemberian makanan tambahan makanan gizi dan pasti kita 2024 harus sudah di bawah 14 persen dimana dalam laporan yang disampaikan para Bupati dan Walikota di seluruh NTT, jelas bahwa dengan angka-angka yang ada. Sekali lagi disampaikan bahwa saya akan lihat nanti di 2023 di seluruh tanah air, angka 14 persen itu harus dijaga dan akan sangat bagus kita mencapai target tersebut khususnya di Nusa Tenggara Timur,” harap Presiden Jokowi.
