Kandidat Cabup Busel Agus Feisal Hidayat menyalami warga disekitar Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.
Busel, Metropol – Pemekaran Buton Selatan, bukanlah satu kejadian yang tiba-tiba. Tetapi itu adalah hasil yang telah melalui jalan panjang perjuangan yang berdarah-darah. Demonstrasi panjang dilakukan mahasiswa, para tokoh agama bahkan politisi, tidak main-main hingga 50an pemuda Buton Selatan di penjarakan untuk meredam aksi-aksi mendesak pemekaran tersebut.
Karena perjuangan panjang itulah lahir Undang-Undang Nomor 16 tahun 2014 yang menjadi dasar hukum pemekaran Buton Selatan.
Dalam diskusi dengan masyarakat Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, pada Jumat (14/10/), Kandidat Cabup Busel Agus Feisal Hidayat menyinggung soal pemekaran Buton Selatan, menurutnya, pemekaran Busel memerlukan waktu yang panjang dan penuh pengorbanan.
“Perjuangan kita yang lalu adalah cita-cita bersama, ingin mewujudkan masyarakat Busel yang sejahtera, adil dan makmur. Cita- cita itu bisa terwujud jika Busel dapat di mekarkan dan Alhamdulillah satu tahap perjuangan sudah berhasil, tinggal mengawalnya agar cita-cita itu dapat terwujud dengan sebenar-benarnya,” kata Agus.
Agus juga menyinggung, bahwa yang dapat mengerti arah dan tujuan pemekaran adalah mereka yang terlibat langsung dalam perjuangan itu. “Bukan orang lain yang tiba-tiba muncul memanfaatkan posisi mereka yang melingkar dalam kekuasaan,” ujar dia dalam pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Sampolawa, Sabtu (15/10) lalu.
Pendapat yang dikemukakan oleh paslon ASLI tersebut, dikuatkan oleh pandangan masyarakat yang mengetahui dan terlibat lansung dalam masa-masa perjuangan pemekaran.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Batauga, pada Minggu (16/10) kemarin, salah satu Tokoh Masyarakat Desa Pogalampa bernama Laode Anaunde mengatakan, Pak Agus adalah salah satu pejuang pemekaran Buton Selatan, sedangkan kandidat yang muncul hari ini tidak ada yang begitu berkontribusi.
“Saat ini banyak yang bermunculan, padahal sebelumnya menghilang, oleh karena itu saudaraku jangan lupakan jasa-jasanya Pak Agus,” jelas Laode.
Menanggapi hal tersebut, Agus Feisal kembali mengatakan pertarungan Pilkada Buton Selatan adalah pertarungan nyata antara Pejuang VS penikmat pemekaran Buton Selatan.
“Lawan kita jelas, mereka yang menikmati dan lupa pada arah dan cita-cita pemekaran disaat kita sedang membalut luka. Sabar menjalani masa tahanan,” tegas Agus dalam sambutannya.
(Tim Metropol Sultra)
