Surabaya, Metropol – Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto mengatakan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berbasis maritim yang maju, mandiri, dan kuat, semua potensi laut nusantara mutlak dioptimalkan. Oleh karenanya kata dia, wawasan tentang peran dan kesejarahan TNI AL perlu diketahui oleh segenap personel prajurit TNI AL guna mewujudkan TNI yang kuat, hebat profesional dan berkarakter.
“Tanpa pemahaman mengenai kekuatan sejarah dan kekuatan geografis, cita-cita serta harapan membangun kejayaan Indonesia sebagai negara maritim akan hilang konteks historisnya,” ujar Laksamana Muda TNI Darwanto saat membuka diskusi panel dalam rangka HUT TNI ke-71 tahun 2016 di gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmatim, Ujung Surabaya, pada Selasa, (4/10) kemarin.
Perwujudan Indonesia sebagai poros maritim dunia, lanjut Darwanto, juga merupakan implementasi perwujudan kepentingan nasional sehingga TNI AL sebagai komponen utama pertahanan Negara di laut memiliki tugas dan peranan yang sangat penting dalam menjaga serta melindungi kedaulatan Negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap Bangsa.
“Peran TNI AL dalam menangkal berbagai jenis ancaman di wilayah perbatasan laut dalam bentuk penggelaran kemampuan dan kekuatan serta operasi militer baik dalam masa perang maupun masa damai akan mengawal kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan indonesia sebagai poros maritim dunia,” jelas orang nomor satu di jajaran Koarmatim tersebut.
Ditambahkannya, diskusi Panel yang mengangkat tema ‘Sejarah TNI AL untuk Mewujudkan TNI yang Kuat, Hebat, Profesional dan Berkarakter’ dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 71.
Dalam diskusi panel ini dipandu oleh Komandan Resimen (Danmen) Akademi Angkatan Laut Kolonel Laut (S) Dr. Ivan Yulivan, S.E.,MM dengan menghadirkan nara sumber yaitu Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksma TNI Drs. Mitra, M.Com., serta Pelda Andrian dan Pelda Suparman ABK RI Macan Tutul Pelaku Sejarah Peperangan Laut Aru.
Di akhir acara itu, Pangarmatim menyerahkan Cinderamata kepada Pelaku Sejarah Peperangan Laut Aru, Hadir pada kegiatan diskusi tersebut diantaranya Wagub AAL, Danpasmar 1, Dankodikopsla Kodiklatal, Komandan STTAL, Danpuspenerbal, Para Sahli Pangarmatim, Para Pejabat Utama koarmatim, Para Dansat Koarmatim, serta para prajurit Kotama TNI AL wilayah Surabaya.
(M. Daksan/Dispenarmatim)
