Donggala, Metropol – Setelah mengikuti perlombaan Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten Donggala belum lama ini akhirnya memutuskan Desa Tompe Kecamatan Sirenja mendapatkan kesempatan untuk maju dalam penilaian lomba Desa/Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Desa Tompe yang mewakili Kabupaten Donggala melalui seleksi berdasarkan sejumlah kriteria termasuk 3 (Tiga) bidang indikator yang ada dalam pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi
Dalam penilaiannya, dihadir olehnya Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Sulteng Ir. H Andi Sose Parampasi M.Si mewakili Gubernur Sulteng, Ketua Pokja IV Dra. Shofyatun AK, M.Si mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng dan Tim Penilai Lomba Desa, sekaligus melakukan penilaian lomba, pada Rabu (25/5) kemarin.
Mewakili Bupati Donggala, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kab Donggala Drs. Taufik Yotolembah MM membacakan sambutan Bupatiyang mengatakan, Desa Tompe telah siap untuk dinilai berdasarkan indikator dalam Permendagri No 81 tahun 2016 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
“Kami yakin bahwa masyarakat Desa Tompe dengan tingkat partisipasinya yang tinggi, telah melakukan yang terbaik untuk perubahan pembangunanditingkat desa, namun demikian kami serahkan sepenuhnya kepada tim penilai untuk melakukan penilaian, dengan harapan dapat menghasilkan prestasi yang terbaik untuk Kab Donggala,” ucap Taufik Yotolembah
Di samping itu, kata Taufik, pembangunan harus dilaksanakan berdasarkan pengembangan sumber daya dan inisiatif masyarakat yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu program pembangunan yang perlu mendapat perhatian adalah program pembangunan yang partisipatif yaitu pembangunan yang bertitik tolak ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat’.
“Filosofi program pembangunan yang kami lakukan saat ini adalah pemberdayaan masyarakat. Artinya setiap masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan,” ucap Taufik Yotolembah.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bid Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Sulteng menyampaikan, perlombaan desa yang dilaksanakan setiap tahun telah terbukti efektif didalam menggelorakan semangat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Lomba desa ini adalah Moment yang tepat sebagai salah satu instrument untuk mengevaluasi perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat sebagai dampak positif dari pelaksanaan pembangunan itu sendiri,” ungkapnya
Ia menjelaskan, pelombaan desa merupakan ajang kompetisi percepatan pembangunan yang tentu saja membutuhkan kesadaran, keuletan dan ketekunan serta kebersamaan membangun desa antara masyarakat bersama pemerintah.
“Untuk mencapai keberhasilan pembangunan perlu meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat bersama pemerintah yang didasari atas semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan,”seruhnya.
Gubernur melalui sambupatannya meminta agar desa yang ikut dalam lomba kiranya segera mungkin mempersiapkan diri melakukan pebataan dan pembinaan desa.
(Robby/*)
