IMG-20211104-WA0041

Penulis : Efraim Baitanu | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Wartawan harus melakukan investigasi yang benar dan sungguh-sungguh serta tidak boleh menggunakan imajinasi.

Demikian ditegaskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., MSi., kepada puluhan wartawan saat membuka kegiatan pelatihan media investigasi dan jejaring jurnalis human traficking di Aula Lantai III Hotel Aston Kupang, Kamis (04/11/2021) tadi.

Menurut Gubernur Viktor wartawan harus bekerja sungguh-sungguh melakukan investigasi secara jelas jangan investigasi tetapi hasilnya nol desain.

“Kerja pake investigasi bukan pake imajinasi,” terang Gubernur Viktor.

Dengan demikian Gubernur Viktor memberikan apresiasi kepada Vivat Internasional dan Zero Human Traficking yang memiliki niat baik untuk menggelar kegiatan tersebut dengan tujuan bersama-sama berbagai stakeholder terutama para jurnalis, untuk menghapus TPPO di NTT dan pihaknya akan terus mendukung kegiatan di maksud sesuai kewenanangan yang di miliki.

Gubenrnur Viktor lebih jauh menjelaskan, bahwa sangat banyak warga NTT yang keluar mencari kerja di luar negeri namun sedikit saja yang datang membawa kabar keberhasilan, dan sulit untuk menceritakan penderitaan, tetapi yang datang membawa kabar duka dan gagal justru lebih banyak, karena itu moral masyarakat harus di rubah dengan mainzet yang lain.

Hal utama yang menjadi tugas pemerintah adalah mendorong para pemimpin dari desa, Camat, Bupati untuk bekerja keras mendesain berbagai potensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan untuk berkolaborasi merubah pola pikir masyarakat agar bekerja secara mandiri dan tidak bergantung hidup di luar negeri.

Kendati demikian Gubernur Viktor yakin bahwa masalah kemiskinan memberi andil dalam kasus human traficking karena itu kemiskinan mesti ditangani secara baik.

“Untuk menangani masalah kemiskinan di NTT, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan di desain pembangunan mulai dari tingkat desa, APBD kabupaten/kota, APBD propinsi, termasuk melaui Dana Desa dan berbagai sumber anggaran,” Imbuhnya.

“Khusus di NTT Pemerintah telah menyiapkan Rp.43 Triliun untuk di desain fokus ke program pemberdayaan masyarakat dengan dua strtegi yaitu menyiapkan pendidikan, lapangan kerja yang bertujuan untuk menjawab tantangan yang sedang terjadi,” tutup Gubernur Viktor.

Pantauan wartawan di aula Hotel Aston Kupang kegiatan tersebut dinikuti oleh puluhan wartawan perutusan dari berbagai media yakni media massa cetak, media online, televisi, radio yang berlangsung sejak Kamis (04/11/2021) hingga Senin (08/11/2021) awal pekan depan.

Kegiatan tersebut mengangkat thema, “Membongkar Kasus Perdagangan Orang di NTT. Memperkuat Media Untuk Berpihak Kepada Korban oleh Vivat Internasional Indonesia dan Migrant Care Anggota Zerro Human Trafficking Network (ZHTN)”.

KOMENTAR
Share berita ini :