Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso bersama Wakil Gubernur Sulsel Ir. Agus Arifin Nu”mang yang didampingi Wakil Bupati Barru Ir. H Suardi Saleh.

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso bersama Wakil Gubernur Sulsel Ir. Agus Arifin Nu”mang yang didampingi Wakil Bupati Barru Ir. H Suardi Saleh, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (25/7). Foto: Istimewa.

Makassar, Metropol – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas mengatakan, memerangi peredaran dan jaringan narkoba tidak bisa menggunakan cara lama. Dia pun mengajak TNI menghabisi bandar narkoba, dengan alasan bakal diampuni Allah.

“TNI memang tidak boleh menindak, tapi punya kekuatan dan pengalaman bagaimana cara memberantas narkoba,” kata Buwas saat menyampaikan pidatonya di Gedung PT. Pelindo IV, Senin (25/7).

Buwas juga mengajak seluruh instansi pemerintah, terlebih bagi TNI, untuk terlibat langsung dalam pemberantasan jaringan narkoba. Pihaknya siap menyampaikan informasi kepada TNI tentang adanya bandar atau jaringan narkoba yang sulit ditembus petugas BNN atau Polri. “Perang narkoba sama dengan perang moderen. Pelakunya tidak butuh pasukan dan senjata, tapi akibatnya luar biasa,” ujar Buwas.

Lanjut Buwas, BNN di bawah kepemimpinannya tidak ingin mentolerir siapapun terlibat narkoba. Apalagi, lanjut dia, Indonesia menjadi negara dengan peredaran terbesar narkoba di ASEAN. Tahun lalu, ujar dia, BNN bersama Polri menggagalkan peredaran enam ton sabu, dari jumlah 30 ton. Semuanya berasal dari negara lain melalui banyak cara.

Baca Juga:  Bentuk Wadah Peran Serta Masyarakat, BNN Perkuat Sinergi Nasional Lawan Narkotika

“Saya ini disebut orang gila. Bapak Presiden juga minta saya lebih gila lagi. Karena saya orang gila, bebas berbuat, pasal 44 kan tidak bisa pidanakan orang gila. Jadi, narkoba benar-benar ditindak,” ucap Buwas.

Selain BNN dan Pelindo IV bekerja sama untuk mencegah peredaran narkoba melalui pelabuhan. BNN juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Unhas. Kerjasama kedua institusi ini sepakat untuk terus mendukung BNN dan bergerak bersama untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba.

Menurut Buwas, peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) di Indonesia semakin hari semakin merajalela. Salah satu lokasi strategis beredarnya barang haram tersebut adalah kampus. Korbannya adalah kalangan mahasiswa yang dianggap menjadi target pasar potensial.

Atas dasar itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Senin (25/7) di Gedung PT. Pelindo IV Makassar, Sulawesi Selatan.

Buwas dalam sambutannya, mengajak kerja sama mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di dalam ruang lingkup pergaulan Mahasiswa.

“Dengan kerja sama ini, Unhas akan proaktif melibatkan mahasiswa, dosen, staf untuk bersama-sama mengamankan lingkungan kampus dari peredaran narkoba. Unhas siap berada di garis depan dalam menolak segala bentuk narkoba,” imbuh Buwas dalam sambutannya.

Baca Juga:  Kepala BNN RI Apresiasi Langkah Polda Babel Tindak Tegas Peredaran Narkotika

Terpisah, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama antara BNN, Unhas dan Pelindo IV, kemudian Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) melanjutkan kunjungannya ke Kantor Gubernur Sulsel. Buwas disambut unsur Muspida Pemprov Sulsel seperti,TNI-Polri,SKPD dan Satgas Anti Narkoba Se Sulsel.

Dari hasil pertemuan itu, Kepala BNNK Barru, yang juga Wakil Bupati Barru, Ir H Suardi Saleh mengatakan, apa yang disampaikan oleh Kepala BNN, bahwa, narkoba adalah musuh kita bersama. Bandar narkoba dan jaringannya adalah pembunuh berdarah dingin harus ditindaklanjuti.

Oleh karena itu, lanjut Suardi Saleh, ini peringatan dari Beliau yang harus diwaspadai dan kita tidak boleh lengah, walaupun sebenarnya peredaran narkoba di Kabupaten Barru itu belum seberapa.

“Saya selalu berkoordinasi dengan aparat Kepolisian setempat. Mulai dari Kapolres, Dandim, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat bersama-sama kita mencegah dan memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Barru,” ujar Suardi Saleh kepada Metropol saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin, (25/7).

(Jalal M/IR)

KOMENTAR
Share berita ini :