Mamuju, Metropol – PT. Kulaka Jaya Perkasa menggelar rapat tim teknis penilaian dokumen ANDAL, RKL-RPL di Hotel D’Maleo, Kabupaten Mamuju, Rabu (29/4) kemarin.
Rapat tim teknis penilaian dokumen ini dalam rangka persiapan penambangan batuan komoditas pasir laut di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya dan Desa Bambakoro Kecamatan Lariang Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat oleh PT. Kulaka Jaya Perkasa.
Rapat Tim Teknis penilaian dokumen ANDAL, RKL-RPL tersebut dipimpin oleh Kepala BLH Provinsi Sulawesi Barat Hj. Dr. Fatimah, MM (pembina), dan dihadiri para peserta penilai, diantaranya Drs. Ambram, M.Si (ketua tim teknis), Hj. Suryani Nurdin (sekretaris Tim Teknis), Prof. Dr. Hazairin Zubair, MS (anggota/keahlian SDA dan Lingkungan), Ir. Totok Prawitosari, MS (anggota/keahlian teknik tanah dan air) dan peserta anggota tim teknis komisi penilai AMDAL Provinsi Sulawesi Barat.
Pada rapat tersebut, Dr. Hj. Fatimah, MM selaku Pimpinan rapat menjelaskan, “pentingnya penelitian dampak lingkungan atas kegiatan pertambangan untuk mengetahui dampak positif dan negatif. Diperlukan penelitian awal untuk analisa dampak lingkungan,” jelasnya.
Dalam rapat penilain ANDAL itu, masing-masing anggota tim teknis juga memberikan saran, masukan dan pendapat guna penyempurnaan dalam dokumen ANDAL, RKL-RPL sebelum penerbitan Izin Lingkungan dikeluarkan BLH Provinsi Sulawesi Barat.
Rapat tim teknis penilaian dokumen ANDAL, RKL-RPL itu juga dihadiri langsung Direktur Utama PT. Kulaka Jaya Perkasa, Sabarudien Syam.
Sabarudien mengatakan, penelitian analisa dampak lingkungan AMDAL sangat penting. Apalagi kegiatan pertambangan. Kami dan Tim penyusun AMDAL sudah bekerja keras.
“Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Ketua Tim dan Anggota Tim teknis penilai yang telah memberikan saran, masukan dan pendapat guna penyempurnaan dokumen ANDAL RPL-RKL, “ kata Sabarudien dalam rapat itu.
(Syarifuddin)
