NTT, NewsMetropol -Tekad basmi covid 19 di Indonesia, jajaran Polda NTT gelar apel Bhabinkamtibmas dan Komonitas Penyintas Covid 19 serentak di seluruh Polres Wilayah Prop NTT, Kamis (17/06).
Apel di pimpin langsung Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S,Ik., dengan melibatkan peserta apel PJU Polres TTS, dengan rincian sebagai berikut 1 SST staf Polres TTS , 1 SST Bhabinkamtibmas, 1 SST gabungan intel/reskrim, 1 SST TNI, 1 kelompok komonitas penyintas Covid 19.
Amanat Kapolda NTT Irjen Pol .Drs. Lotharia Latif,.SH, MH., yang dibacakan oleh Kapolres TTS AKBP Andre Librian. S,Ik., mengatakan bahwa terhitung tanggal 16 Juni 20121 di indonesia tercatat 1.531.005 kasus Covid 19.
Adapun rincian kasus aktif positif sebagai berikut : 83.700 orang ( 5’5%), khusus di Prop NTT tercatat positif 17.43 orang yang aktif 723 orang ( 4,04%) meninggal 471 orang ( 2,7%) sembuh 16.209 orang ( 93,20%) secara keseluruhan yang meninggal di Indonesia sebanyak 42.666 (2,8%).
Dari data peningkatan dan penurunan kasus Covid 19 tersebut melumpuhkan sendi kehidupan bangsa dan negara termasuk dampak pertumbuhan ekonomi indonesia yang mengalami kontraksi merosot karena sektor anggaran di fokuskan pada penangan covid 19 recofucing.
Karena itu sejalan dengan harapan Presiden Jokowi seluruh komponen bangsa harus bahu membahu melawan Covid 19 dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
Khusus di tubuh Polri menegakan disiplin operasi yustisi terhadap protokol kesehatan secara humanis & tegas .
Untuk wilayah NTT saat ini telah menerima vaksin sebanyak 501.496 dosis dan yang di gunakan sudah mencapai 423 orang dengan banyaknya dosis mencapai 781 dosis.
Untuk sasaran terdiri dari tenaga kesehatan 67.154 dosis, pelayan publik 317.497 dosis, lansia 38.729 dosis, pemberian vaksin melibatkan vaksinator Polri 97 orang, dan para Bhabinkamtibmas, serta tenaga tracer sebanyak 841 orang.
Untuk itu Kapolda NTT menegaskan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk terlebih dahulu melakukan maping terhadap Kakerda wilayah sesuai tingkat kewenangan Kamtibmas, potensi masyarakat dan sumber daya pendukung.
Setiap desa/kelurahan harus dilakukan pengelaran untuk satu orang petugas yang bertugas dengan sentuhan dan pantauan, Polmas komonitas dapat di berdayakan fungsi kepolisian lainnya.
“Selanjutnya agar tugas dan pelayanan Bhabinkamtibmas berjalan efektif maka perlu di lakukan kordinasi aktif dengan berbagai sektor penting di antaranya Pemda, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, TNI dan DPRD tujuannya agar pelayanan berjalan baik,” tegas Kapolda.
Selain itu Bhabinkamtibmas dapat melakukan upaya-upaya primitif penangkalan dan persuasive dan edukatif terhadap tindakan-tindakan yang menjurus ke arah radikalisme serta anarkis.
“Jika demikian Bhabinkamtibmas dapat menyusun rencana aksi kontra radikal (Deradikalisasi) masing-masing wilayah,” pungkas Kapolda.
(Fan)
