Jakarta, NewsMetropol – Menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H, warga di beberapa daerah berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan.
Mereka membeli perlengkapan dan pakaian untuk menyambut hari kemenangan tersebut.
Bahkan di sejumlah daerah terlihat penumpukan warga, tanpa protokol kesehatan seperti menjaga jarak.
Ketua Umum DPP Pemuda Solidaritas Merah Putih (P-SMP), Anshar Ilo mengatakan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan larangan bagi masyarakat yang ingin berbelanja di pasar ataupun pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran.
Namun yang terpenting kata dia warga hendaknya tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Tidak ada larangan untuk berbelanja baju lebaran, aneka kebutuhan sembako dan kue-kue lebaran di pasar dan pusat perbelanjaan, asal tetap mematuhi protokal kesehatan dan tidak menumpuk dalam keramaian ketika berbelanja,” ungkap Anshar dalam keterangan persnya ke wartawan, Senin (3/5).
Anshar juga mengingatkan pemilik losmen atau gerai toko di mall-mall dan pasar menghindari kerumunan ataupun penumpukan orang.
“Dengan menerapkan setiap pengunjung berbelanja minimal 5 orang secara bergiliran dengan penjagaan
ketat dalam antrean agar tidak terjadi penumpukan,” ujarnya lagi.
Anshar juga memaklumi tradisi masyarakat Indonesia di setiap daerah menjelang perayaan lebaran seperti membeli baju lebaran dan berkumpul bersama sanak keluarga dan kerabat untuk saling bersilaturahmi.
“Ini merupakan tradisi yang positif yang mesti tetap dipertahankan, namun disituasi seperti ini kesehatan yang paling utama, apa artinya kita rayakan dengan semara, setelah itu kesehatan kita menjadi terancam,” ungkap Anshar.
Anshar berharap masyarakat tetap menyambut lebaran dengan riang gembira dengan tetap berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Dengan menyiasati agar tidak menyebabkan penularan Covid-19 terjadi. Berbelanja baju lebaran dengan cara online bisa menjadi juga salah satu alternatif pada situasi sepeti ini,” jelasnya.
(Red)
