NTT, NewsMetropol – Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) Polda Nusa Tenggara Timur AKBP Andre Librian, SIK., turun tangan melakukan penertiban terhadap pengusaha BBM eceran yang nakal, Selasa (13/04).
Akibat kenakalan tersebut terjadi kelangkaan BBM di tengah kondisi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur saat Ini.
Menurut Kapolres TTS AKBP Andre Librian, SIK., ketika di mintai keterangannya di salah satu SPBU di Bilangan Oenali, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan mengatakan, bahwa kegiatan penertiban terhadap pengusaha BBM eceran yang nakal terpaksa dilakukan dan pihaknya langsung turun tangan karena di tengah situasi bencana alam seroja yang melanda masyarakat saat ini justru terjadi kelangkaan BBM, hal ini membuat masyarakat sangat kesulitan mengatasi persoalan yang sedang terjadi.
Hal yang sangat menyulitkan masyarakat saat ini adalah para pengusaha BBM eceran di seputar Kota Soe menjual BBM dengan harga yang sangat melambung tinggi dengan menjual harga bervariasi dari standar harga Rp12.500 hingga hingga harga Rp20.000 perbotol namun tidak penuh tetapi setengah botol yang tidak memenuhi standar ukuran liter.
“Akibatnya kondisi ini sangat menyulitkan warga masyarakat sehingga terpaksa kita turun tangan melakukan penertiban,” kata Kapolres.
Dari hasil penertiban aparat Polres Timor Tengah Selatan telah berhasil menertibakan puluhan mobil tab yang di rancang para pengusaha nakal untuk mengangkut BBM ilegal untuk di jual, baik itu roda empat maupun kendaraan roda dua yang di rancang para pengusaha untuk menjual BBM tanpa mengantongi ijin dan seluruh kendaraan yang ditertibkan langsung di giring petugas ke kantor Mapolres TTS untuk dilakukan pembinaan.
(Fan)
